KEISLAMAN

Awal Mula Kehancuran Perempuan Menurut Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Rabu, 08/07/2026
Islam memuliakan perempuan dengan memberikan hak, kedudukan, dan tanggung jawab yang seimbang. Ilustrasi - berbagai awal kehancuran perempuan menurut Al-Qur`an (Foto: Islam Ramah)

Jakarta, Terasmuslim.com - Islam memuliakan perempuan dengan memberikan hak, kedudukan, dan tanggung jawab yang seimbang.

Al-Qur`an pun berisi berbagai petunjuk agar perempuan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Sebaliknya, kitab suci tersebut juga mengingatkan tentang berbagai sikap yang dapat menjadi awal mula kehancuran seorang perempuan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Perlu dipahami, peringatan ini bukan hanya ditujukan kepada perempuan semata. Sebagian besar ayat Al-Qur`an berlaku untuk seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

Baca juga :

Namun, terdapat beberapa ayat yang secara khusus memberikan nasihat kepada kaum perempuan agar senantiasa menjaga iman, akhlak, dan kehormatannya.

Berikut beberapa penyebab yang dapat menjadi awal mula kehancuran perempuan menurut Al-Qur`an.

1. Lalai Mengingat Allah SWT

Kehancuran seseorang sering kali bermula ketika ia mulai melupakan Allah SWT. Kesibukan dunia, harta, maupun urusan lainnya dapat membuat hati menjadi keras dan jauh dari petunjuk-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)

Ayat ini mengingatkan bahwa ketika seseorang jauh dari Allah, ia akan kehilangan arah hidup dan mudah terjerumus ke dalam berbagai kemaksiatan.

2. Mengikuti Hawa Nafsu

Islam mengajarkan agar setiap muslim mampu mengendalikan hawa nafsunya. Ketika hawa nafsu dijadikan pedoman hidup, seseorang akan sulit membedakan antara yang benar dan yang salah.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Artinya:

"Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan." (QS. Shad: 26)

Dalam kehidupan sehari-hari, hawa nafsu dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti keinginan berlebihan terhadap kemewahan, popularitas, atau hubungan yang tidak diridhai Allah.

3. Tidak Menjaga Aurat dan Kehormatan

Al-Qur`an memberikan petunjuk yang jelas kepada perempuan beriman agar menjaga pandangan, kehormatan, dan menutup aurat sesuai syariat.

Allah SWT berfirman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

Artinya: "Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya." (QS. An-Nur: 31)

Ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, bukan semata-mata persoalan penampilan.

4. Sombong dan Membanggakan Diri

Kesombongan tidak mengenal jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan dilarang merasa lebih baik daripada orang lain karena kecantikan, harta, keturunan, maupun kedudukan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)

Sifat sombong dapat menghilangkan rasa syukur dan membuat seseorang enggan menerima nasihat.

5. Menjadikan Dunia sebagai Tujuan Utama

Perempuan diperbolehkan bekerja, berkarya, dan menikmati rezeki yang halal. Namun, Al-Qur`an mengingatkan agar kehidupan dunia tidak menjadi tujuan utama.

Allah SWT berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ

Artinya: "Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak-anak." (QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini mengingatkan agar setiap muslimah menyeimbangkan urusan dunia dengan persiapan menuju kehidupan akhirat.

6. Tidak Menjaga Lisan

Meskipun Al-Qur`an tidak secara khusus mengaitkan ayat ini dengan perempuan, perintah menjaga ucapan berlaku bagi seluruh orang beriman. Lisan yang tidak dijaga dapat memicu fitnah, ghibah, adu domba, dan permusuhan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar." (QS. Al-Ahzab: 70)

Ucapan yang baik merupakan cerminan hati yang bersih dan menjadi salah satu ciri orang yang bertakwa.

TAGS : Info Keislaman Kehancuran Perempuan Kitab Al-Qur`an

Terkini