
Ilustrasi foto diskusi keluarga
Terasmuslim.com - Perbedaan pendapat adalah sunnatullah yang pasti terjadi dalam setiap lini kehidupan manusia, termasuk di dalam rahim umat Islam.
Namun, menyikapi perbedaan tersebut dengan perpecahan dan pemutusan tali silaturahmi merupakan tindakan yang sangat dilarang agama.
Islam mendidik umatnya untuk senantiasa mengutamakan persatuan dan berpegang teguh pada tali agama Allah dalam kondisi apa pun.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surat Ali Imran ayat 103 tentang larangan untuk bercerai-berai.
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (QS. Ali Imran: 103).
Melalui ayat ini, kita diajarkan bahwa menjaga persaudaraan jauh lebih utama daripada memenangkan sebuah perdebatan yang sia-sia.
Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya tentang bahaya memutus silaturahmi, yang dapat menghalangi seseorang masuk ke dalam surga.
Sebagaimana hadist riwayat Bukhari dan Muslim: "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahmi."
Ketika ego mulai memuncak saat berdiskusi, seorang Muslim yang bijak harus mampu menahan diri dan mengendalikan amarahnya.
Gaya editorial yang santun dan penuh kelapangan dada harus dikedepankan agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga dengan kokoh.
Menghargai sudut pandang orang lain bukan berarti kita kalah, melainkan bentuk kedewasaan iman dalam menyikapi sebuah perbedaan.
Hindarilah saling mencaci, menuduh, atau memberikan label buruk kepada saudara seiman yang tidak sejalan dengan pemikiran kita.
Media sosial hari ini harus digunakan sebagai sarana penyebar kedamaian, bukan menjadi panggung adu domba dan caci maki.
Jika terjadi ketegangan, segeralah mencairkan suasana dengan memberikan senyuman, salam, atau bahkan saling mendoakan dalam kebaikan.
Semoga Allah SWT senantiasa mengikat hati-hati kita dalam bingkai kasih sayang dan menjauhkan kita dari penyakit perpecahan.
TAGS : beda pendapat ukhuwah Islamiyah menyikapi perbedaan Islam