• KEISLAMAN

Kunci Utama Menyikapi Konflik Keluarga Secara Bijak

Yahya Sukamdani | Sabtu, 13/06/2026
Kunci Utama Menyikapi Konflik Keluarga Secara Bijak Ilustrasi foto silaturahmi keluarga

Terasmuslim.com - Konflik dan perbedaan dinamika di dalam sebuah keluarga merupakan sunnatullah yang sewaktu-waktu bisa menghampiri setiap rumah tangga.

Namun, bagaimana cara kita merespons perselisihan tersebut akan menentukan runtuh atau kokohnya benteng kebersamaan sebuah keluarga.

Islam memberikan jalan keluar terbaik dengan mengutamakan prinsip perdamaian dan perbaikan hubungan yang retak atau dikenal dengan istilah ishlah.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surat An-Nisa ayat 128 yang menegaskan bahwa perdamaian itu jauh lebih baik.

"Dan perdamaian itu setiap kali adalah lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir." (QS. An-Nisa: 128).

Langkah awal yang paling krusial dalam menyikapi konflik keluarga adalah dengan menahan diri dan mengendalikan amarah.

Sebab, meluapkan emosi secara berlebihan hanya akan memperkeruh suasana dan menutup pintu komunikasi yang sehat.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya bahwa kekuatan sejati seorang mukmin diukur dari kemampuannya menguasai diri saat marah.

Sebagaimana hadist riwayat Bukhari: "Orang yang kuat itu bukanlah orang yang jago gulat, tetapi orang yang mampu menguasai dirinya saat marah."

Oleh karena itu, duduklah atau berwudhulah ketika api amarah mulai membakar dada saat berdiskusi dengan anggota keluarga.

Gunakan tutur kata yang lemah lembut, penuh empati, serta hindari kalimat yang saling menyudutkan atau merendahkan satu sama lain.

Dengarkan penjelasan dari sudut pandang anggota keluarga yang lain secara utuh tanpa langsung memotong pembicaraan mereka.

Jika persoalan terasa terlalu pelik, jangan ragu untuk melibatkan pihak ketiga yang adil, bijaksana, dan tepercaya sebagai penengah.

Urusan internal keluarga juga harus dijaga rapat-rapat agar tidak menjadi konsumsi publik atau diumbar secara bebas di media sosial.

Semoga Allah SWT senantiasa mengkaruniakan kelapangan hati dan kedamaian agar kita mampu merajut kembali keharmonisan keluarga yang hakiki.