KEISLAMAN

Cara Ampuh Mengatasi Rasa Malas Perspektif Islam

Yahya Sukamdani| Jum'at, 12/06/2026
Lawan rasa malas dan jemput keberkahan hidup dengan panduan syariat. Ilustrasi foto berdoa sebelum bekerja

Terasmuslim.com - Rasa malas sering kali menjadi penyakit mental dan spiritual yang melumpuhkan potensi terbaik seorang Muslim dalam beraktivitas.

Sifat menunda-nunda pekerjaan tidak hanya merusak produktivitas duniawi, tetapi juga dapat mengikis semangat kita dalam beribadah.

Setan menggunakan rasa malas sebagai senjata halus untuk menjauhkan hamba dari ketaatan dan kesuksesan hidup.

Islam memandang waktu sebagai modal berharga yang sangat sakral dan harus dipertanggungjawabkan secara mendetail kelak.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengingatkan manusia akan pentingnya memanfaatkan waktu luang dengan produktif dalam Surah Al-Insyirah ayat 7.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman: "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."

Perintah suci ini mendidik kita untuk selalu dinamis, bergerak maju, dan mengharamkan sikap berdiam diri tanpa karya nyata.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mengkhawatirkan umatnya terjangkit penyakit mental yang melemahkan ini dalam kehidupan.

Oleh karena itu, beliau mengajarkan sebuah doa perlindungan yang sangat masyhur dalam hadits riwayat Al-Bukhari.

Beliau senantiasa berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah, kesedihan, sifat lemah, dan rasa malas."

Langkah awal untuk bangkit dari kemalasan adalah dengan memperbarui niat ibadah pada setiap rutinitas harian yang kita jalani.

Mulailah membagi target besar menjadi langkah-langkah kecil yang konsisten agar jiwa tidak merasa terbebani di awal proses.

Berkumpullah dengan lingkungan orang-orang yang memiliki etos kerja tinggi dan semangat spiritual yang menginspirasi kebaikan.

Ingatlah selalu bahwa setiap tetes keringat yang keluar dari usaha yang halal akan bernilai pahala jihad di sisi Allah.

Mari kita lawan rasa malas hari ini dengan optimisme penuh demi membangun kejayaan umat dan meraih ridha Ilahi.

TAGS : produktivitas dalam Islam semangat ibadah etos kerja

Terkini