• KEISLAMAN

Sejarah Pemindahan Arah Kiblat Umat Islam ke Makkah

Yahya Sukamdani | Selasa, 01/09/2026
Sejarah Pemindahan Arah Kiblat Umat Islam ke Makkah Ilustrasi Kiblat umat Muslim, Kabah di Masjidil Haram, Mekkah (Foto:Kementerian Agama)

Terasmuslim.com - Peristiwa pemindahan arah kiblat merupakan salah satu momentum paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam.

Pada awal masa Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat menunaikan shalat menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina.

Selama belasan bulan di Madinah, Rasulullah SAW terus merindukan Ka`bah di Makkah sebagai kiblat utama umat Islam.

Keinginan tersebut dikabulkan oleh Allah SWT melalui wahyu yang diturunkan pada pertengahan bulan Sya`ban.

Allah SWT mengabadikan peristiwa ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 144 dengan memerintahkan Nabi memalingkan wajah ke Masjidil Haram.

Ayat tersebut menjadi penegas identitas dan persatuan umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW shalat menghadap Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan.

Perubahan arah kiblat terjadi saat beliau sedang melaksanakan shalat di Masjid Bani Salimah, yang kini dikenal sebagai Masjid Qiblatain.

Saat wahyu turun di tengah shalat, Rasulullah SAW dan para jamaah langsung berputar arah menghadap Ka`bah tanpa membatalkan shalatnya.

Peristiwa ini menjadi ujian keimanan bagi para sahabat untuk membuktikan ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT.

Kaum Yahudi dan orang-orang munafik sempat mempertanyakan alasan perubahan arah kiblat tersebut.

Allah SWT membantah prasangka mereka dalam Surah Al-Baqarah ayat 142 bahwa timur dan barat adalah milik Allah semata.

Perubahan kiblat bukan sekadar perpindahan arah fisik, melainkan penyatuan arah tauhid dan simbol kejayaan Islam.

Ka`bah sebagai bangunan ibadah pertama di bumi kembali menjadi pusat orientasi spiritual seluruh Umat Muhammad SAW.

Hingga hari ini, peristiwa tersebut mengajarkan pentingnya kepatuhan total terhadap setiap ketetapan dan petunjuk Allah SWT.