Ilustrasi foto melaksanakan shalat tahajud
Terasmuslim.com - Perasaan sesal kerap menghampiri ketika mata terbuka saat fajar telah menyingsing.
Rencana menunaikan shalat tahajud di sepertiga malam terakhir seketika sirna karena ketiduran.
Banyak Muslim merasa amalan dan kesempatan meraih pahala pada malam tersebut hilang begitu saja.
Padahal, Islam adalah agama yang sangat luas rahmatnya dan selalu menghargai setiap prasangka baik hamba-Nya.
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang sudah berniat jujur untuk bangun malam namun tertidur lelap.
Dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud dan An-Nasa`i, beliau menjelaskan bahwa pahala shalat malam tersebut tetap dicatat penuh untuknya.
Tidur yang dialami hamba tersebut dinilai sebagai bentuk sedekah langsung dari Allah SWT kepada dirinya.
Prinsip keagungan niat ini sejalan dengan hadits masyhur riwayat Bukhari dan Muslim tentang pentingnya sebuah ikhlas.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amalan bergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.
Allah SWT juga menegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 100 bahwa pahala seseorang yang berhijrah menuju-Nya pasti telah ditetapkannya.
Prinsip tersebut berlaku pula bagi hamba yang berikhtiar melangkah menuju ketaatan namun terhalang oleh keterbatasan fisik.
Rasa kecewa yang hadir di dalam dada justru menjadi tanda hidupnya keimanan dan kecintaan kepada ibadah malam.
Namun, hendaknya kesedihan tersebut tidak berubah menjadi rasa putus asa dari rahmat Allah SWT yang Mahaluas.
Para ulama menganjurkan agar kita tetap berikhtiar maksimal dengan memasang pengingat dan menyempurnakan adab sebelum tidur.
Semoga setiap niat tulus yang kita tancapkan di dalam hati selalu dihitung sebagai pahala sempurna di sisi-Nya.