• KEISLAMAN

Larangan Mengganggu Orang Shalat, Etika Beribadah Bersama

Yahya Sukamdani | Sabtu, 01/08/2026
Larangan Mengganggu Orang Shalat, Etika Beribadah Bersama Ilustrasi foto kegiatan setelah shalat di dalam masjid

Terasmuslim.com - Menjaga ketenangan di dalam masjid saat ada sesama Muslim yang sedang shalat merupakan bagian penting dari etika beragama.

Banyak di antara kita yang tanpa sadar mengganggu kekhusyukan orang lain, baik melalui percakapan maupun aktivitas suara lainnya.

Lajnah Dāimah lil Buhuts al-`Ilmiyyah wal Ifta` menegaskan secara tegas larangan sengaja mengganggu seseorang yang sedang mendirikan shalat.

Bahkan, membaca Al-Qur`an sekalipun tidak diperkenankan dengan suara terlalu keras jika sampai memecah konsentrasi jemaah di sekitarnya.

Islam mengajarkan bahwa shalat adalah momen sakral ketika seorang hamba sedang berkomunikasi secara privat dengan Sang Pencipta.

Setiap Muslim diimbau untuk saling menghormati dan tidak saling menyakiti atau mengalihkan perhatian saat beribadah.

Prinsip untuk tidak mengganggu orang lain juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 58:

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)

Ketentuan mengenai etika menjaga ketenangan ini disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW agar umatnya saling menjaga rasa nyaman.

Dalam sebuah hadist dari sahabat Abu Sa`id Al-Khudri radhiyallahu `anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya masing-masing dari kalian sedang bermunajat kepada Rabbnya. Maka janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain, dan janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaan di atas bacaan sebagian yang lain.” (HR. Abu Dawud)

Ketika seseorang kehilangan khusyuk akibat kebisingan di sekitarnya, kualitas ibadah yang sedang ia jalankan bisa berpotensi berkurang.

Menolak godaan untuk mengobrol atau bersuara nyaring di area shalat adalah bentuk kepedulian nyata terhadap sesama Muslim.

Kesadaran kolektif ini sangat dibutuhkan agar masjid dan tempat shalat senantiasa menjadi ruang yang tenang serta menentramkan jiwa.

Mari kita biasakan memelankan suara dan menjaga keheningan demi menghormati ikatan munajat saudara seiman kita.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan mampu menjaga kekhusyukan ibadah bersama.