Ilustrasi foto akidah Islam
Terasmuslim.com - Keimanan merupakan nikmat tertinggi dalam kehidupan seorang hamba yang menjadi penentu utama keselamatan di akhirat kelak.
Namun, tidak semua pengakuan iman secara otomatis diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta`ala jika tidak memenuhi syarat ketulusan dan ketepatan waktu.
Al-Qur`an secara tegas memberikan peringatan mengenai adanya kondisi di mana pernyataan iman seseorang tidak lagi berguna dan tertolak.
Peringatan tersebut termaktub dalam Surah Al-An`am ayat 158 tentang keterlambatan pintu taubat yang telah tertutup rapat.
Allah Subhanahu wa Ta menjelaskan bahwa iman tidak lagi bermanfaat bagi jiwa yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya: "Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu." (QS. Al-An`am: 158).
Salah satu kondisi tertolaknya iman adalah ketika seseorang baru menyatakan beriman saat sakaratul maut tiba dan nyawa sudah berada di kerongkongan.
Kondisi kritis tersebut pernah dialami oleh Firaun yang baru mengaku beriman saat dirinya tenggelam di gulungan ombak Laut Merah, namun pengakuannya ditolak.
Rasulullah SAW mempertegas batas waktu diterimanya taubat dan keimanan manusia melalui petunjuk sunnah beliau yang shahih.
Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di kerongkongan."
Selain faktor keterlambatan waktu, iman juga dapat tertolak apabila tercampur dengan perbuatan syirik serta pembatal-pembatal keimanan lainnya.
Seseorang yang mengaku beriman namun secara sadar menolak atau menentang syariat Allah yang telah jelas juga berisiko mendapati imannya sia-sia.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya menjaga kemurnian niat dan amalan agar tidak tertolak dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim: "Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak."
Pelajaran penting ini mengajarkan umat Islam untuk tidak menunda-nunda taubat serta konsisten memperbarui kualitas keimanannya setiap hari.
Menjaga akidah dari nodanya kesyirikan dan keraguan adalah kunci utama agar iman kita bernilai serta diterima di hadapan Allah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala senantiasa menetapkan hati kita dalam hidayah Islam hingga akhir hayat yang husnul khatimah.