• KEISLAMAN

Fenomena Orang Kaya Lebih Didengar, Tinjauan Moral Islam

Yahya Sukamdani | Sabtu, 01/08/2026
Fenomena Orang Kaya Lebih Didengar, Tinjauan Moral Islam Ilustrasi mendengarkan pendapat

Terasmuslim.com - Fenomena di mana suara orang berharta lebih didengar daripada orang miskin merupakan realitas sosial yang kerap terjadi di masyarakat.

Dunia sering kali mengukur bobot kebenaran seseorang berdasarkan jumlah harta dan status sosial yang melekat pada dirinya.

Islam menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak pernah diukur dari kemewahan materi, melainkan dari tingkat ketakwaannya kepada Allah SWT.

Menghormati seseorang hanya karena kekayaannya dapat merusak tatanan moral dan mengabaikan nilai kebenaran yang sesungguhnya.

Allah SWT mengingatkan agar manusia tidak saling membedakan derajat berdasarkan fisik maupun harta benda yang dimiliki.

Prinsip kesetaraan ini dijelaskan secara gamblang oleh Allah SWT dalam firman-Nya pada Surah Al-Hujurat ayat 13:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Sikap memandang rendah nasihat seseorang hanya karena ia miskin adalah bentuk kesombongan yang sangat dicela dalam ajaran Islam.

Kebenaran harus tetap diterima dari siapa pun datangnya, tanpa memandang status sosial atau kemewahan materi sang pembawa pesan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya mengagungkan seseorang semata-mata karena kekayaan yang disandangnya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda mengenai bahaya menilai manusia dari tampat fisik dan hartanya:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuhmu dan rupa wajahmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal perbuatanmu.” (HR. Muslim)

Harta hanyalah titipan sementara yang akan dipertanggungjawabkan, bukan tolok ukur kebenaran atau kecerdasan spiritual seseorang.

Masyarakat Muslim hendaknya melatih diri untuk mendengarkan hikmah dan kebenaran, bukan silau oleh kemilau harta sang pembicara.

Mari kita kembalikan standar penghormatan kepada nilai-nilai keimanan, keilmuan, dan kebaikan akhlak sebagaimana petunjuk syariat.

Semoga Allah SWT memelihara hati kita dari sifat sombong dan menjadikan kita hamba yang selalu menghargai kebenaran.