Ilustrasi foto tua muda bermain sosial media di handphone
Terasmuslim.com - Fenomena brain rot atau penurunan fungsi kognitif akibat kecanduan scroll media sosial kini menjadi ancaman nyata yang mengerikan.
Kondisi psikologis ini membuat seseorang kehilangan fokus, sulit berpikir mendalam, dan mengalami degradasi moral akibat paparan konten nirfaedah yang tiada henti.
Secara medis, stimulasi berlebih dari konten berdurasi pendek memicu lonjakan dopamin instan yang merusak sistem penghargaan alami di otak kita.
Para ahli saraf memperingatkan bahwa paparan konstan ini dapat menyusutkan kemampuan memori jangka pendek dan melemahkan kontrol emosi manusia.
Dalam pandangan Islam, fenomena ini adalah bentuk nyata dari kelalaian yang sangat dicela, karena menyia-nyiakan waktu demi hal yang sia-sia.
Allah SWT telah mengingatkan bahaya kelalaian ini dalam Al-Qur`an Surah Al-An`am ayat 32:
"Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-An`am: 32)
Waktu yang kita miliki di dunia ini sangat berharga dan kelak setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Mahkamah Ilahi.
Rasulullah SAW juga telah memberikan peringatan keras melalui sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
"Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, umat Islam wajib saling mengingatkan dalam kebaikan demi menyelamatkan generasi muda dari cengkeraman "otak busuk" ini.
Kewajiban saling menasihati ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Surah Al-Asr untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Kita harus mulai membatasi durasi penggunaan gawai dan menyaring dengan ketat setiap konten yang masuk ke dalam pikiran kita.
Mengganti aktivitas scrolling dengan membaca Al-Qur`an, berdzikir, atau mengkaji ilmu pengetahun adalah solusi terbaik untuk memulihkan kesehatan otak.
Orang tua juga memegang peranan krusial sebagai benteng utama dalam mengawasi serta membatasi akses digital anak-anak mereka di rumah.
Mari kita bersatu padu menyelamatkan akal sehat umat dari lingkaran setan kecanduan teknologi yang merusak fungsi fitrah manusia.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati, pikiran, dan waktu kita agar selalu terisi dengan amal shalih yang mendatangkan ridha-Nya.