• KEISLAMAN

Adab Menegur Bawahan Tanpa Harus Merendahkan Martabatnya

Yahya Sukamdani | Senin, 08/06/2026
Adab Menegur Bawahan Tanpa Harus Merendahkan Martabatnya Ilustrasi foto atasan dan bawahan di lingkungan kerja

Terasmuslim.com - Menegur kesalahan bawahan di tempat kerja merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme dan kualitas kerja institusi.

Namun, dalam Islam, proses evaluasi kinerja tidak boleh dilakukan dengan cara yang merusak harga diri seorang hamba.

Seorang atasan muslim wajib memahami bahwa tujuan menegur adalah untuk memperbaiki keadaan, bukan untuk melampiaskan kemarahan.

Menjaga lisan dan emosi saat meluruskan kekeliruan staf adalah cerminan dari kematangan iman seorang pemimpin.

Allah SWT telah memberikan panduan komunikasi yang indah bahkan ketika menghadapi orang yang bersalah sekalipun.

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu." (QS. Ali `Imran: 159).

Ayat ini menegaskan bahwa pendekatan yang persuasif dan penuh kelembutan jauh lebih efektif daripada bentakan yang kasar.

Adab utama dalam menegur adalah melakukannya secara empat mata dan menghindari ruang terbuka yang disaksikan banyak orang.

Mempermalukan bawahan di depan rekan kerja lainnya merupakan bentuk kezaliman yang dapat mematikan motivasi kerjanya.

Rasulullah SAW sebagai teladan kepemimpinan tertinggi selalu mengedepankan pendekatan yang menjaga kehormatan para sahabatnya.

"Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu melainkan ia akan memperburuknya." (HR. Muslim).

Hadist ini menjadi pengingat bahwa teguran yang disampaikan dengan tenang akan lebih mudah diterima oleh sanubari staf.

Fokuslah pada perbaikan sistem dan kesalahan yang terjadi, bukan malah menyerang karakter atau urusan pribadi sang bawahan.

Gunakan bahasa yang objektif, berikan solusi yang jelas, serta selipkan apresiasi atas kinerja baik yang pernah mereka dedikasikan.

Akhiri sesi teguran dengan memberikan suntikan motivasi baru agar bawahan merasa didukung untuk tumbuh menjadi lebih baik.

Semoga para pemimpin kita mampu meneladani akhlak Rasulullah dalam membimbing tim menuju kesuksesan dunia dan akhirat.