• KEISLAMAN

Membangun Budaya Anti-Bullying Berdasarkan Pancasila dan Al-Quran

Yahya Sukamdani | Rabu, 03/06/2026
Membangun Budaya Anti-Bullying Berdasarkan Pancasila dan Al-Quran Ilustrasi foto situasi seseorang yang diejek orang lain

Terasmuslim.com - Aksi perundungan atau bullying kini kian marak terjadi dan merusak mental generasi muda di berbagai lingkungan.

Media Islami memandang fenomena ini sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan dan syariat agama yang suci.

Untuk menghentikannya, kita perlu membangun budaya anti-bullying dengan mengawinkan nilai luhur Pancasila dan tuntunan Al-Qur`an.

Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, secara tegas menolak segala bentuk penindasan antar sesama manusia.

Nilai kebangsaan tersebut sangat sejalan dengan larangan Allah SWT di dalam Al-Qur`an mengenai perilaku mencela dan merendahkan.

Allah SWT secara khusus melarang suatu kaum untuk mengolok-olok kaum yang lain demi menjaga kehormatan sesama.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan itu lebih baik dari mereka..." (QS. Al-Hujurat: 11)

Perilaku bullying kerap muncul akibat hilangnya rasa empati dan kasih sayang di dalam hati seorang individu.

Rasulullah SAW diutus ke dunia ini untuk mengajarkan umatnya agar saling mencintai dan menghormati hak orang lain.

Dalam sebuah hadis, beliau mendefinisikan seorang Muslim sejati berdasarkan keselamatan orang lain dari lisan dan tangannya.

"Seorang Muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak menyakiti Muslim lainnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Membangun budaya anti-perundungan harus dimulai dengan menanamkan karakter akhlakul karimah sejak dini di lingkungan keluarga.

Sekolah dan masyarakat juga wajib menciptakan ruang aman yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Setiap anak harus diajarkan untuk berani bersuara dan membela temannya yang menjadi korban ketidakadilan di sekitarnya.

Mari kita bersatu memutus mata rantai persidangan ini demi masa depan anak cucu kita yang lebih cerah dan damai.

Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita agar selalu menjadi pelindung, bukan penindas bagi sesama manusia.