Ilustrasi foto hewan melata akhir zaman
Terasmuslim.com - Keimanan kepada hari akhir mencakup keyakinan terhadap seluruh tanda yang dikabarkan syariat, termasuk fenomena kemunculan binatang menjelang kiamat.
Islam menegaskan bahwa sebelum kehancuran semesta terjadi, bumi akan menyaksikan kemunculan seekor hewan melata raksasa yang tidak biasa.
Makhluk misterius ini dikenal dalam literatur Islam dengan nama Dabbatul Ard, yang keluar langsung dari perut bumi.
Kehadiran binatang unik ini bukanlah mitos belaka, melainkan sebuah kebenaran mutlak yang termaktub langsung di dalam kitab suci.
"Dan apabila perkataan telah pasti atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka..." (QS. An-Naml: 82).
Tugas utama dari makhluk akhir zaman ini adalah berbicara kepada manusia dan menegaskan siapa saja yang benar-benar beriman.
Binatang tersebut membawa tongkat Nabi Musa dan cincin Nabi Sulaiman untuk menandai wajah setiap manusia yang dijumpainya.
Melalui tanda tersebut, wajah orang mukmin akan menjadi bercahaya, sementara wajah orang kafir akan menjadi gelap gulita.
Rasulullah SAW menyebut kemunculan dabbatul ard sebagai satu dari tiga tanda besar yang membuat pintu tobat tertutup rapat.
Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya sepuluh tanda besar, termasuk sang binatang melata.
Selain binatang tersebut, eksistensi satwa liar di akhir zaman juga dikabarkan akan mengalami perubahan perilaku yang sangat drastis.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menjelang kiamat nanti, binatang buas akan dapat berbicara menyampaikan pesan kepada manusia.
Bahkan dalam hadis riwayat Ahmad, disebutkan bahwa ujung cambuk dan tali sandal seseorang bisa ikut berbicara mengabarkan kondisi keluarganya.
Fenomena luar biasa ini menjadi bukti mutlak atas kekuasaan Allah SWT yang mampu membuat segala makhluk berbicara di akhir zaman.
Merenungkan nubuat tentang binatang akhir zaman ini seyogianya mempertebal ketakwaan kita dalam mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal.