• NEWS

Menag Dorong Kongres PIKI 2026 Hasilkan Gagasan Strategis untuk Bangsa

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 15/04/2026
Menag Dorong Kongres PIKI 2026 Hasilkan Gagasan Strategis untuk Bangsa Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Pengurus Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) (Foto: kemenag)

Jakarta, Terasmuslim.com - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mendukung penyelenggaraan Kongres VII Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) 2026.

Menag berharap kongres dapat menghasilkan karya dan inovasi yang berdampak bagi umat.

Kongres VII PIKI akan dihadiri sekitar 300 peserta. Mereka antara lain adalah pimpinan gereja dan akademisi dari seluruh Indonesia.

"Kami berharap dari forum ini akan lahir pemikiran-pemikiran segar, ide inovatif, dan karya nyata yang berdampak langsung. Intinya, bagaimana hasil kongres ini bermanfaat bagi kemaslahatan seluruh umat dan bangsa Indonesia," kata Menag saat menerima audiensi pengurus pusat PIKI di Kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, pada Selasa (14/4).

Menag menegaskan, kehadiran wadah intelektual seperti PIKI sangat krusial dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan bangsa.

Ia menilai agenda besar yang mempertemukan para akademisi dan pemikir lintas sektor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat harmoni dan pembangunan nasional.

"Saya tentu mendukung penuh kesuksesan Kongres VII PIKI. Ini adalah forum yang sangat penting karena mengumpulkan para akademisi, intelektual, hingga cendekiawan Kristen. Bertemunya orang-orang pintar untuk berdiskusi demi kemajuan negara adalah hal yang harus kita fasilitasi dan sukseskan bersama," ujar Menag.

Wakil Ketua PIKI, Abetnego Tarigan, menjelaskan, Kongres VII PIKI dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa substansi kongres kali ini dirancang untuk selaras dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Kami akan mengangkat isu-isu strategis yang menjadi fokus pemerintah saat ini, mulai dari ketahanan energi, kedaulatan pangan, hingga upaya mencetak SDM unggul untuk menuju Indonesia Emas," kata Abetnego.

Lebih lanjut, Abetnego menyampaikan bahwa pelaksanaan kongres akan dilakukan secara hybrid (daring dan luring).

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi global sekaligus bentuk nyata efisiensi energi yang sedang digalakkan pemerintah.

Turut mendampingi Menag dalam audiensi tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Jeane Marie Tulung, beserta jajaran Pengurus PIKI.