• KEISLAMAN

Meluruskan Akidah, Al-Qur`an Tegaskan Nabi Isa AS Tidak Dibunuh Maupun Disalib

Yahya Sukamdani | Jum'at, 03/04/2026
Meluruskan Akidah, Al-Qur`an Tegaskan Nabi Isa AS Tidak Dibunuh Maupun Disalib Ilustrasi - Maryam binti Imran, ibunda dari Nabi Isa AS yang tak pernah mengalami haid dalam Islam (Foto: tanwir)

Terasmuslim.com - Keyakinan bahwa Nabi Isa AS atau Isa bin Maryam tidak dibunuh maupun disalib merupakan fondasi tauhid yang sangat fundamental. Umat Islam wajib meyakini kesucian risalah beliau dari segala bentuk penistaan dan upaya pembunuhan oleh musuh-musuh Allah. Allah SWT telah memberikan perlindungan sempurna kepada nabi-Nya sebagai bentuk kemuliaan yang tidak terbantahkan dalam sejarah para nabi.

Dalil utama mengenai peristiwa ini termaktub dengan sangat jelas dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 157. Allah berfirman bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi orang yang disalib itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa. Penegasan wahyu ini meruntuhkan segala klaim sejarah yang bertentangan dengan kebenaran ilahiah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kacamata syariat, sosok yang diserupakan tersebut menurut banyak mufasir adalah salah satu pengikutnya atau musuh yang dikhianati oleh keadaan. Peristiwa "Tasybih" atau penyerupaan ini adalah mukjizat besar yang menunjukkan kuasa mutlak Allah di atas makar manusia. Orang-orang yang berselisih paham tentang nasib Nabi Isa sebenarnya berada dalam keraguan yang nyata tanpa landasan ilmu.

Setelah upaya penyaliban gagal, Allah SWT mengangkat Nabi Isa AS ke langit dalam keadaan hidup dan terhormat. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat selanjutnya, pengangkatan ini merupakan bukti bahwa makar Allah jauh lebih hebat daripada rencana jahat kaum kafir. Keyakinan ini menjaga kemuliaan Nabi Isa sebagai nabi yang akan kembali ke bumi di akhir zaman nanti.

Berdasarkan hadist shahih, Nabi Isa akan turun kembali untuk mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan pajak (jizyah). Kehadiran beliau kembali merupakan janji Allah untuk menegakkan keadilan dan meluruskan penyimpangan akidah yang terjadi selama berabad-abad. Beliau akan memimpin umat manusia di bawah naungan syariat Islam dan menjadi saksi atas kebenaran tauhid.

Para ulama bersepakat bahwa mengingkari fakta bahwa Nabi Isa tidak disalib dapat merusak keimanan seorang Muslim. Penjelasan editorial ini bertujuan untuk memperkokoh pemahaman umat di tengah derasnya arus informasi yang mengaburkan sejarah kenabian. Akidah yang lurus adalah kompas utama dalam memahami hubungan antara dunia materi dan kekuasaan gaib milik Sang Pencipta.

Sebagai penutup, mari kita terus menggali ilmu dari sumber primer yakni Al-Qur`an dan As-Sunnah yang telah terjamin keasliannya. Memahami kisah Nabi Isa bin Maryam secara benar akan meningkatkan kecintaan kita kepada seluruh utusan Allah tanpa terkecuali. Semoga perlindungan Allah selalu menyertai langkah kita dalam menjaga kemurnian iman hingga akhir hayat nanti.