• KEISLAMAN

Sinkronisasi Adab Muslim

Yahya Sukamdani | Kamis, 02/04/2026
Sinkronisasi Adab Muslim Ilustrasi foto wanita dan sosial media

Terasmuslim.com - Adab merupakan cerminan kualitas iman seorang Muslim yang harus terpancar secara konsisten dalam setiap dimensi interaksi. Di dunia nyata, adab mengatur cara kita bersikap kepada sesama dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat kita memasuki dunia maya di mana identitas seringkali tersembunyi di balik layar.

Al-Qur`an dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 secara tegas melarang kita untuk merendahkan, mencela, atau memanggil orang lain dengan julukan yang buruk. Perintah ini berlaku mutlak, baik saat bertatap muka secara langsung maupun ketika menuliskan komentar di platform media sosial. Seorang mukmin sejati tidak akan membiarkan jemarinya mengetik kebencian yang tidak berani ia ucapkan di depan wajah orang tersebut.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa keselamatan seorang manusia sangat bergantung pada kemampuannya dalam menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia. Di era digital, "lisan" kini mewujud dalam bentuk tulisan, status, dan pesan singkat yang dapat tersebar luas dalam hitungan detik. Oleh karena itu, setiap ketikan harus ditimbang dengan saksama agar tidak menjadi pemberat dosa di hari perhitungan kelak.

Prinsip tabayyun atau verifikasi informasi menjadi adab yang sangat krusial agar kita tidak terjebak dalam penyebaran berita bohong atau hoaks. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 bahwa kita harus meneliti kebenaran suatu kabar sebelum bertindak atau menyebarkannya. Menjaga jemari untuk tidak menekan tombol share sebelum validasi adalah bentuk ketakwaan nyata di dunia maya yang sangat bernilai.

Kejujuran dan sikap rendah hati juga harus menjadi identitas Muslim saat membangun citra diri di ruang publik digital. Islam melarang perbuatan riya atau pamer yang hanya bertujuan untuk mendapatkan pujian dan validasi semu dari manusia. Hindarilah berdebat kusir yang tidak bermanfaat karena Baginda Nabi menjanjikan rumah di pinggir surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar.

Adab dalam bermuamalah juga mencakup penghormatan terhadap privasi orang lain, baik dengan tidak menguping pembicaraan maupun tidak menyebarkan aib di media sosial. Saling menasihati dalam kebenaran harus dilakukan dengan cara yang santun dan personal, bukan dengan mempermalukan saudara kita di ruang terbuka. Akhlak yang mulia di dunia maya akan menjadi sarana dakwah yang efektif bagi orang-orang di sekitar kita.

Sebagai penutup, marilah kita jadikan setiap aktivitas di dunia nyata dan maya sebagai sarana untuk menggapai rida Allah SWT. Ingatlah bahwa malaikat Rakib dan Atid senantiasa mencatat setiap perilaku dan jejak digital yang kita tinggalkan secara abadi. Semoga kita mampu menjadi pribadi yang beradab tinggi sehingga kehadiran kita membawa kesejukan bagi siapa pun yang berinteraksi dengan kita.