• KISAH

Al-Jazari, Ilmuwan Muslim Perintis Teknologi Mekanik Dunia

Yahya Sukamdani | Kamis, 26/02/2026
Al-Jazari, Ilmuwan Muslim Perintis Teknologi Mekanik Dunia Ilustrasi foto ilmuwan muslim

Terasmuslim.com - Nama Al-Jazari mungkin belum sepopuler ilmuwan Barat dalam buku-buku modern, namun kontribusinya dalam bidang teknik dan mekanika sangat luar biasa. Ia hidup pada abad ke-12 Masehi dan dikenal sebagai insinyur, penemu, sekaligus ahli matematika Muslim yang karya-karyanya menjadi fondasi awal teknologi mesin dan automasi. Nama lengkapnya adalah Badi’ az-Zaman Abu al-‘Izz ibn Ismail ibn ar-Razzaz al-Jazari.

Al-Jazari lahir di wilayah Al-Jazirah, kawasan antara Sungai Tigris dan Eufrat (kini mencakup wilayah Turki dan Irak). Ia mengabdi pada Dinasti Artuqid di Diyarbakir selama beberapa dekade sebagai kepala insinyur istana. Di sanalah ia merancang berbagai mesin canggih untuk kebutuhan praktis, mulai dari alat pengangkat air, jam air, hingga sistem mekanik otomatis yang menakjubkan pada zamannya.

Karya monumentalnya adalah kitab berjudul “Al-Jami’ bain al-‘Ilm wa al-‘Amal an-Nafi’ fi Shina’at al-Hiyal” (Buku Pengetahuan tentang Perangkat Mekanik yang Cerdas). Dalam kitab tersebut, ia menjelaskan lebih dari 50 rancangan mesin lengkap dengan ilustrasi dan petunjuk pembuatannya. Para sejarawan sains menyebutnya sebagai pelopor konsep robotika dan automasi modern, jauh sebelum revolusi industri di Eropa.

Sebagai seorang ilmuwan Muslim, Al-Jazari tidak memisahkan antara ilmu dan iman. Dalam peradaban Islam, pengembangan ilmu pengetahuan merupakan bagian dari perintah Allah untuk mentadabburi ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 190 tentang tanda-tanda kekuasaan Allah pada penciptaan langit dan bumi bagi orang-orang yang berakal. Semangat inilah yang mendorong para ilmuwan Muslim, termasuk Al-Jazari, untuk meneliti dan menciptakan teknologi demi kemaslahatan umat.

Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu adalah ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. Spirit inilah yang melahirkan generasi emas peradaban Islam, di mana sains dan teknologi berkembang pesat tanpa meninggalkan nilai tauhid. Al-Jazari menjadi bukti bahwa umat Islam pernah memimpin dunia dalam inovasi teknik dan rekayasa mesin.

Warisan Al-Jazari hari ini menjadi pengingat bahwa Islam tidak pernah bertentangan dengan kemajuan teknologi. Justru, iman yang kuat melahirkan karya yang bermanfaat bagi manusia. Mengenal sosok Al-Jazari bukan sekadar mempelajari sejarah, tetapi membangkitkan kembali semangat umat untuk menguasai ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah dan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.