• KEISLAMAN

Orang yang Celaka di Bulan Ramadhan

Yahya Sukamdani | Rabu, 25/02/2026
Orang yang Celaka di Bulan Ramadhan Ilustrasi seorang Muslim sedang berbuka puasa di bulan Ramadhan (Foto: Pexels/Michael Burrows)

Terasmuslim.com - Ramadhan adalah bulan ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Namun di balik limpahan keberkahan itu, ada golongan yang justru disebut celaka. Rasulullah SAW pernah menaiki mimbar lalu mengucapkan “Aamiin” tiga kali. Ketika ditanya oleh para sahabat, beliau menjelaskan bahwa Malaikat Jibril berdoa agar celaka orang yang mendapati Ramadhan namun tidak diampuni dosanya, lalu Nabi SAW mengaminkannya. Hadist ini diriwayatkan di antaranya oleh Anas bin Malik dan menjadi peringatan keras bagi umat Islam.

Mengapa bisa celaka? Karena Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu terulang. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Artinya, siapa yang tidak memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki diri, mendekat kepada Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, maka ia telah menyia-nyiakan karunia besar yang Allah bentangkan.

Orang yang celaka di bulan Ramadhan adalah mereka yang berpuasa hanya menahan lapar dan dahaga, namun lisannya tetap berdusta, ghibah, dan menyakiti orang lain. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. Pesan ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar ritual fisik, melainkan pembinaan jiwa dan akhlak.

Selain itu, celaka pula orang yang bermalas-malasan dalam ibadah, enggan shalat berjamaah, berat membaca Al-Qur’an, dan tidak tersentuh hatinya oleh nasihat. Ramadhan seharusnya menjadi madrasah takwa sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Jika setelah sebulan penuh latihan ruhani tidak ada perubahan, maka ia termasuk orang yang merugi.

Para ulama menjelaskan bahwa tanda keberhasilan Ramadhan adalah meningkatnya ketakwaan setelahnya. Jika Ramadhan berlalu tanpa taubat yang sungguh-sungguh, tanpa dosa yang diampuni, tanpa hati yang lebih lembut, maka itulah hakikat kerugian. Sebab bisa jadi ia hanya mendapatkan lapar dan lelah, bukan pahala dan ampunan.

Maka, jangan sampai kita termasuk golongan yang didoakan celaka oleh malaikat dan diaminkan oleh Nabi SAW. Manfaatkan setiap detik Ramadhan untuk istighfar, sedekah, qiyamul lail, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Ramadhan adalah peluang emas, dan orang yang paling celaka adalah mereka yang menyia-nyiakannya.