• KEISLAMAN

Saat Sholat, Jangan Hanya Minta Dunia

Yahya Sukamdani | Minggu, 08/02/2026
Saat Sholat, Jangan Hanya Minta Dunia Ilustrasi foto shalat fajr

Terasmuslim.com - Dalam setiap sholat yang kita dirikan, sering kali doa-doa yang terucap berkisar pada urusan dunia: rezeki, kesehatan, dan kemudahan hidup. Padahal, ada permohonan yang jauh lebih mendasar dan menentukan kualitas seluruh amal, yaitu agar Allah memperbaiki kondisi hati dan meluruskan niat kita. Sebab, hati dan niat adalah pusat dari diterima atau tertolaknya ibadah seorang hamba.

Rasulullah SAW menegaskan betapa pentingnya niat dalam setiap amal. Dalam hadist yang sangat masyhur, beliau bersabda: “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Amal sebesar apa pun, termasuk sholat, bisa kehilangan nilainya di sisi Allah jika niatnya rusak tercemar riya, ingin dipuji, atau sekadar rutinitas tanpa keikhlasan.

Al-Qur’an pun menekankan bahwa kondisi hati lebih utama daripada tampilan lahiriah. Allah berfirman: “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89). Ayat ini mengingatkan bahwa keselamatan hakiki bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada hati yang selamat (qalbun salim).

Hati adalah sesuatu yang paling sulit diobati karena ia mudah berbolak-balik. Bahkan Rasulullah SAW sering berdoa: “Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi). Jika Nabi saja, manusia paling mulia, masih memohon keteguhan hati, maka kita lebih pantas merasa khawatir dan terus meminta perbaikan hati kepada Allah.

Karena itu, sholat seharusnya menjadi momen paling jujur bagi seorang hamba untuk bermuhasabah. Saat berdiri, ruku’, dan sujud, mintalah kepada Allah agar Dia membersihkan hati dari penyakit sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan, serta meluruskan niat agar seluruh ibadah dilakukan semata-mata karena-Nya. Dengan hati yang baik dan niat yang lurus, sholat bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjadi cahaya yang mencegah perbuatan keji dan mungkar.