• KEISLAMAN

Hancurnya Hidup Berawal dari Meninggalkan Sholat

Yahya Sukamdani | Sabtu, 07/02/2026
Hancurnya Hidup Berawal dari Meninggalkan Sholat Ilustrasi foto shalat di depan kabah

Terasmuslim.com - Dalam Islam, sholat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan pondasi utama kehidupan seorang Muslim. Ketika sholat ditinggalkan, maka rusaklah hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Dari sinilah awal kehancuran hidup sering bermula: hati menjadi kering, arah hidup kabur, dan keberkahan perlahan dicabut.

Allah SWT memperingatkan dampak serius dari meninggalkan sholat dalam firman-Nya:

“Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”
(QS. Maryam: 59)

Ayat ini menegaskan bahwa meninggalkan sholat bukan hanya kesalahan pribadi, tetapi awal dari kerusakan moral dan spiritual yang menyeret seseorang pada kehidupan tanpa arah dan nilai.

Rasulullah SAW bahkan menjadikan sholat sebagai pembeda antara iman dan kekufuran. Dalam hadits disebutkan:

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadits ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi meninggalkan sholat. Ulama menjelaskan, meski terdapat perbedaan pendapat dalam makna kafir pada hadits ini, semuanya sepakat bahwa meninggalkan sholat adalah dosa besar yang membuka pintu kehancuran hidup dunia dan akhirat.

Sholat sejatinya berfungsi sebagai penjaga diri dari keburukan. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Ketika sholat ditinggalkan, benteng diri runtuh. Maksiat terasa ringan, dosa dianggap biasa, dan hati semakin jauh dari cahaya petunjuk. Inilah sebab mengapa banyak masalah hidup kegelisahan, konflik rumah tangga, hingga rusaknya akhlak berawal dari kelalaian terhadap sholat.

Namun Islam tidak pernah menutup pintu harapan. Selama seorang hamba mau kembali menjaga sholat, Allah SWT menjanjikan perbaikan hidup dan ketenangan jiwa. Sholat yang ditegakkan dengan khusyuk menjadi sumber kekuatan, penghapus dosa, dan jalan kembalinya keberkahan.