• KEISLAMAN

Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Jangan Lupa Bayar Hutang Puasa

Yahya Sukamdani | Jum'at, 06/02/2026
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Jangan Lupa Bayar Hutang Puasa Ilustrasi Puasa Ramadhan (Foto: Queenmoonlit3/Envato)

Terasmuslim.com - Menjelang datangnya bulan Ramadan, kaum Muslimin diingatkan untuk mempersiapkan diri, bukan hanya secara fisik dan mental, tetapi juga secara syariat. Salah satu kewajiban yang sering terabaikan adalah membayar hutang puasa Ramadan sebelumnya. Padahal, hutang puasa merupakan kewajiban yang tidak gugur hanya karena waktu berlalu.

Allah SWT berfirman:
“Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.”
(QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat ini menjadi dasar kewajiban qadha puasa bagi siapa pun yang meninggalkan puasa Ramadan dengan alasan yang dibenarkan syariat.

Rasulullah SAW memberikan teladan melalui istri beliau, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata:
“Aku mempunyai hutang puasa Ramadan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa qadha puasa harus ditunaikan sebelum Ramadan berikutnya, dan para sahabat sangat berhati-hati dalam menunaikannya.

Para ulama menjelaskan bahwa menunda qadha puasa tanpa uzur hingga datang Ramadan berikutnya adalah kelalaian. Bahkan sebagian ulama mewajibkan fidyah selain qadha, sebagai bentuk tanggung jawab atas penundaan tersebut. Ini menunjukkan betapa seriusnya kewajiban membayar hutang puasa.

Puasa bukan hanya ibadah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga wujud ketaatan dan kejujuran kepada Allah SWT. Menyambut Ramadan dengan masih membawa hutang puasa mencerminkan kurangnya kesiapan spiritual. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Namun keutamaan ini akan lebih sempurna jika kewajiban sebelumnya telah ditunaikan.

Oleh karena itu, sebelum Ramadan tiba, hendaknya setiap Muslim segera menghitung dan menunaikan hutang puasanya. Jangan menunda ketaatan, karena kita tidak tahu apakah masih diberi kesempatan bertemu Ramadan berikutnya. Menyegerakan qadha puasa adalah tanda taat, tanggung jawab, dan kesungguhan menyambut bulan penuh ampunan.