Ilustrasi foto minum di siang hari
Terasmuslim.com - Di tengah masyarakat, khususnya di beberapa daerah di Indonesia, terdapat istilah “mokel” yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sengaja makan, minum, atau merokok di siang hari pada bulan Ramadhan. Istilah ini merujuk pada tindakan sengaja tidak menjalankan puasa padahal orang tersebut mampu dan tidak memiliki alasan yang dibenarkan oleh syariat. Dalam ajaran Islam, perbuatan seperti ini termasuk pelanggaran terhadap kewajiban besar yang telah ditetapkan Allah SWT.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang baligh, berakal, dan mampu menjalankannya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi kewajiban agama yang memiliki tujuan membentuk ketakwaan.
Namun Islam juga memberikan keringanan bagi orang-orang yang memiliki uzur syar’i. Orang yang sakit, sedang melakukan perjalanan jauh, wanita yang sedang haid atau nifas, serta kondisi lain yang diakui oleh syariat diperbolehkan tidak berpuasa. Mereka kemudian diwajibkan mengganti puasa tersebut di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat dan mempertimbangkan kemampuan manusia.
Berbeda dengan mereka yang memiliki uzur, seseorang yang sengaja “mokel” atau membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan termasuk melakukan dosa besar. Dalam sebuah hadits, Muhammad bersabda bahwa siapa yang berbuka pada siang hari Ramadhan tanpa uzur atau sakit, maka ia tidak akan mampu menggantinya meskipun berpuasa sepanjang tahun. Hadits ini menunjukkan betapa beratnya pelanggaran terhadap kewajiban puasa Ramadhan.
Selain merusak pahala ibadah, kebiasaan mokel juga dapat melemahkan semangat spiritual Ramadhan. Bulan suci ini sejatinya adalah waktu untuk memperbanyak ibadah, menahan diri, dan memperbaiki akhlak. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Karena itu, umat Islam hendaknya memahami makna puasa dengan benar dan tidak meremehkan kewajiban tersebut. Ramadhan adalah kesempatan besar untuk membersihkan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan menjalankan puasa secara sungguh-sungguh, seorang muslim tidak hanya menjaga kewajiban syariat, tetapi juga meraih keutamaan dan pahala besar yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang bertakwa.