• UMRAH & HAJI

Momen Haru Jemaah Pertama Kali Melihat Kabah

Yahya Sukamdani | Rabu, 10/06/2026
Momen Haru Jemaah Pertama Kali Melihat Kabah Ilustrasi berdoa di kabah

Terasmuslim.com - Bagi setiap muslim, momen berdiri di pelataran Masjidil Haram dan memandang langsung Ka`bah untuk pertama kalinya adalah puncak kerinduan spiritual yang tak ternilai.

Tetesan air mata haru seketika tumpah tanpa bisa dibendung saat bangunan kubus berselimut kain kiswah hitam itu terpampang nyata di depan mata.

Segala lelah perjalanan mendadak sirna, tergantikan oleh rasa takjub, kerdil, dan getaran iman yang merasuk hingga ke relung jiwa terdalam.

Al-Qur`an menggambarkan Ka`bah sebagai tempat berkumpul yang penuh berkah dan petunjuk bagi seluruh alam semesta dalam Surat Ali `Imran ayat 96.

"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (QS. Ali `Imran: 96).

Melihat kiblat yang selama ini hanya bisa sujud menghadapnya dari jauh, kini berada tepat di hadapan mata, melahirkan rasa syukur yang teramat besar.

Suasana batin yang membuncah membuat lisan para jemaah tak henti-hentinya mengagungkan asma Allah melalui untaian kalimat talbiyah dan takbir.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memperbanyak doa saat pertama kali melihat Baitullah, karena waktu tersebut merupakan salah satu momen mustajab.

Dalam sebuah hadis riwayat Al-Baihaqi, disebutkan keutamaan mengenai pintu-pintu langit yang terbuka dan dikabulkannya doa di tempat suci ini.

"Pintu-pintu langit dibuka dan doa dikabulkan di empat tempat: ketika berhadapan dalam barisan jihad, ketika turun hujan, ketika iqamah salat, dan ketika melihat Ka`bah." (HR. Al-Baihaqi).

Banyak jemaah yang seketika bersujud syukur di atas marmer putih, menumpahkan segala keluh kesah dan memohon ampunan atas segala dosa masa lalu.

Memandang Ka`bah bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah dialog sunyi antara seorang hamba yang fakir dengan Sang Khalik Yang Maha Kaya.

Setiap sudut Baitullah seolah memancarkan energi kedamaian yang mampu membasuh luka hati dan menenangkan jiwa-jiwa yang sedang gundah gulana.

Kenangan spiritual yang magis saat pertama kali menatap Ka`bah ini akan selalu melekat kuat di dalam ingatan dan menjadi kerinduan yang abadi.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bisa datang dan merasakan langsung momen haru di bait-Nya yang mulia.