Ilustrasi foto menuju perhitungan kebaikan dan amal
Terasmuslim.com - Dalam Islam, kebaikan tidak selalu harus berupa harta atau tenaga besar. Bahkan sekadar menunjukkan jalan, memberi arah, atau menuntun seseorang kepada kebaikan sudah bernilai pahala di sisi Allah SWT. Sayangnya, amalan sederhana ini sering diremehkan, padahal ganjarannya sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim).
Hadis ini menjadi dalil tegas bahwa menunjukkan, mengarahkan, atau membimbing termasuk amal shalih yang berpahala, meskipun pelakunya tidak ikut melaksanakan perbuatan tersebut.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 2).
Menunjukkan jalan, baik secara fisik maupun maknawi, adalah bentuk nyata tolong-menolong dalam kebaikan yang diperintahkan Allah.
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal shalih, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?”
(QS. Fussilat: 33).
Menunjukkan jalan menuju kebenaran, masjid, ilmu, atau amal shalih termasuk seruan kepada kebaikan yang sangat dicintai Allah.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang menunjukkan jalan kebaikan atau mengajak kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”
(HR. Muslim).
Ini menegaskan bahwa pahala terus mengalir selama orang yang ditunjukkan jalan itu masih mengamalkan kebaikan tersebut.
Menunjukkan jalan bukan hanya secara fisik, seperti menunjukkan arah masjid atau rumah seseorang, tetapi juga menunjukkan jalan hidup, seperti mengarahkan kepada ilmu, menasihati dengan lembut, atau membagikan pengetahuan yang benar. Semua itu bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Kesimpulannya, jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun. Dalam Islam, menunjukkan jalan saja sudah cukup untuk mendapatkan ganjaran besar. Selama itu mengarah kepada kebaikan dan ketaatan, maka pahala akan dicatat oleh Allah SWT dengan sempurna.