Ilustrasi sedang malas ibadah
Terasmuslim.com - Malas dalam pandangan Islam bukan hanya persoalan karakter, tetapi penyakit hati yang berbahaya. Kemalasan membuat seseorang lalai dari kewajiban, baik kepada Allah maupun sesama manusia. Rasulullah SAW sendiri berlindung dari sifat ini, sebagaimana doa beliau: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas dan lemah” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa malas adalah sifat tercela yang harus dilawan.
Al-Qur’an mencela sikap malas yang menjauhkan manusia dari ketaatan. Allah berfirman tentang orang-orang munafik: “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas” (QS. An-Nisa: 142). Ayat ini menegaskan bahwa malas dalam ibadah merupakan tanda lemahnya iman dan penyakit serius dalam hati.
Kemalasan juga dapat menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban duniawi yang berdampak fatal. Islam mendorong umatnya untuk berusaha dan tidak berpangku tangan. Allah berfirman: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya” (QS. An-Najm: 39). Orang yang malas bekerja, malas berikhtiar, dan malas memperbaiki diri bisa terjerumus dalam kemiskinan, kehinaan, bahkan kehancuran hidup.
Dalam konteks akhirat, malas dalam bertaubat dan beramal saleh sangat berbahaya. Banyak orang menunda taubat dengan alasan masih ada waktu, padahal kematian datang tanpa aba-aba. Allah mengingatkan: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” (QS. Ali Imran: 185). Malas mempersiapkan bekal akhirat bisa berujung penyesalan yang tiada guna.
Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…” salah satunya hidupmu sebelum matimu (HR. Al-Hakim). Hadis ini menegaskan bahwa menunda amal karena malas adalah kerugian besar. Banyak kebaikan terlewat, dosa menumpuk, hingga akhirnya kematian datang dalam keadaan lalai.
Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk melawan malas dengan iman, disiplin, dan doa. Malas yang dibiarkan dapat “membunuh” semangat hidup, mematikan nurani, dan pada akhirnya berujung pada kematian dalam keadaan rugi. Orang beriman adalah mereka yang segera bangkit, beramal, dan memanfaatkan waktu sebelum pintu ajal tertutup.