• KEISLAMAN

Penyakit yang Sering Muncul Setelah Pernikahan

Yahya Sukamdani | Minggu, 25/01/2026
Penyakit yang Sering Muncul Setelah Pernikahan Ilustrasi sakit demam

Terasmuslim.com - Setelah pernikahan, sebagian orang mengalami keluhan kesehatan yang sebelumnya jarang dirasakan, seperti mudah lelah, gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga masalah kulit atau hormon. Secara medis, kondisi ini bukan disebabkan oleh pernikahan itu sendiri, melainkan perubahan gaya hidup yang signifikan. Pola tidur berubah, tanggung jawab bertambah, stres meningkat, serta penyesuaian emosi dan fisik dapat memengaruhi sistem imun tubuh.

Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah dan sunnah Rasulullah SAW, namun tetap merupakan amanah besar. Al-Qur’an menyebutkan, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu agar kamu merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Rum: 21). Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan pernikahan adalah ketenangan (sakinah), tetapi ketenangan tersebut dicapai melalui proses saling menyesuaikan, bukan tanpa ujian.

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa tubuh memiliki hak yang harus dijaga. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” Kurangnya istirahat, tekanan mental, dan beban pikiran setelah menikah terutama jika komunikasi pasangan tidak sehat dapat memicu penyakit psikosomatis, yaitu gangguan fisik yang berawal dari kondisi psikologis.

Secara medis, beberapa penyakit yang sering muncul setelah menikah antara lain maag dan gangguan lambung (akibat stres dan pola makan tidak teratur), infeksi saluran kemih, gangguan hormon, hipertensi ringan, serta gangguan kecemasan. Pada sebagian pasangan, aktivitas seksual yang tidak diimbangi kebersihan dan pengetahuan kesehatan juga dapat memicu infeksi tertentu. Karena itu, edukasi kesehatan dan komunikasi terbuka antar pasangan sangat penting.

Kesimpulannya, penyakit yang muncul setelah pernikahan bukan tanda pernikahan membawa keburukan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan jiwa sedang beradaptasi. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, tanggung jawab, dan menjaga kesehatan. Dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, pola hidup sehat, serta doa dan tawakal kepada Allah, pernikahan justru dapat menjadi sumber ketenangan dan kesehatan, bukan sebaliknya.