• KEISLAMAN

Memantaskan Diri Menjadi Suami Istri Ideal

Yahya Sukamdani | Rabu, 21/01/2026
Memantaskan Diri Menjadi Suami Istri Ideal Ilustrasi - Pencatatan Akad Nikah (Fot: Pexels/Rizki Koto)

Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa kualitas pernikahan sangat ditentukan oleh kesiapan iman dan akhlak masing-masing pasangan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara… maka pilihlah karena agamanya” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa fondasi utama menjadi suami atau istri ideal adalah kekuatan agama, karena iman akan membimbing sikap, keputusan, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Memantaskan diri sebagai suami istri ideal berarti memahami peran dan kewajiban masing-masing. Allah berfirman, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An-Nisa’: 34), yang menuntut suami untuk bertanggung jawab, adil, dan penuh kasih. Sementara istri diperintahkan untuk menjaga amanah rumah tangga dan kehormatan diri. Semua peran ini tidak akan berjalan baik tanpa ilmu, kesabaran, dan kesiapan mental sebelum menikah.

Akhlak yang baik menjadi kunci keharmonisan rumah tangga. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan bahwa kesalehan tidak hanya tampak di masjid, tetapi juga di dalam rumah. Memantaskan diri berarti melatih kesabaran, komunikasi yang lembut, serta kemampuan menahan ego dan emosi demi menjaga keutuhan pernikahan.

Al-Qur’an menggambarkan tujuan pernikahan sebagai ketenangan dan kasih sayang. Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan… agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya” (QS. Ar-Rum: 21). Karena itu, memantaskan diri menjadi suami istri ideal bukan proses singkat, melainkan perjalanan memperbaiki iman, akhlak, dan tanggung jawab. Siapa yang sibuk memperbaiki diri karena Allah, insyaAllah akan dipertemukan dengan pasangan yang sejalan dalam kebaikan.