Ilustrasi foto suami istri harmonis
Terasmuslim.com - Sering kali terjadi kesalahpahaman yang menganggap penerapan syariat secara kaku menjadi pemicu keretakan dalam hubungan suami istri. Padahal, Islam diturunkan sebagai rahmatan lil `alamin yang memberikan panduan komprehensif untuk menciptakan kedamaian di dalam rumah tangga. Ketegangan biasanya muncul bukan karena syariatnya, melainkan karena ego pribadi yang dibungkus dengan dalil agama secara sepihak.
Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rum ayat 21 menegaskan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Allah SWT menciptakan pasangan hidup agar manusia merasa tenteram (sakinah) dan saling memberikan perlindungan satu sama lain dalam ketaatan. Syariat hadir untuk menjaga hak dan kewajiban masing-masing pihak agar tidak ada yang merasa terzalimi atau dieksploitasi.
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik yang menunjukkan bahwa kesalehan seseorang diukur dari cara ia memperlakukan keluarganya sendiri. Beliau bersabda bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut kepada istrinya. Jika syariat dijalankan dengan benar, maka kelembutan dan saling menghargai akan menjadi warna utama dalam dinamika kehidupan berumah tangga.
Konflik sering kali berakar pada pemahaman tekstual yang mengabaikan maqashid syariah atau tujuan mulia di balik setiap aturan agama. Misalnya, kepemimpinan suami dalam Islam bukanlah otoritas mutlak untuk berbuat sewenang-wenang, melainkan tanggung jawab besar untuk mengayomi. Ketika nilai-nilai musyawarah yang diajarkan Nabi ditinggalkan, barulah benih perpecahan mulai tumbuh dan mengancam keutuhan ikatan pernikahan.
Syariat juga menyediakan mekanisme ishlah atau perdamaian jika terjadi perselisihan yang tajam di antara pasangan suami istri. Allah memerintahkan adanya penengah dari pihak keluarga untuk mencari jalan keluar yang paling maslahat bagi semua pihak terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa agama sangat memprioritaskan keutuhan rumah tangga selama prinsip-prinsip dasar ketakwaan tetap dijunjung tinggi secara bersama.
Mari kita kembalikan pemahaman agama kepada esensinya yang murni yaitu sebagai sumber ketenangan dan bukan alat intimidasi. Rumah tangga yang dibangun di atas pondasi syariat yang lurus akan melahirkan generasi yang kuat secara mental dan spiritual. Semoga setiap pasangan mampu menjadikan aturan Allah sebagai kompas untuk meraih kebahagiaan sejati baik di dunia maupun di akhirat.