• KEISLAMAN

Memberi Nama yang Terlarang dalam Islam, Kesalahan Kecil yang Berdampak Besar

Yahya Sukamdani | Kamis, 15/01/2026
Memberi Nama yang Terlarang dalam Islam, Kesalahan Kecil yang Berdampak Besar Ilustrasi foto nama anak yang buruk

Terasmuslim.com - Dalam Islam, memberi nama kepada anak merupakan amanah besar bagi orang tua. Nama adalah doa yang akan melekat sepanjang hidup seseorang. Allah ﷻ memerintahkan agar umat Islam menyeru dan memanggil dengan nama yang baik. Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk” (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini menjadi dasar bahwa Islam melarang nama atau panggilan yang mengandung makna buruk, penghinaan, atau dosa.

Rasulullah ﷺ secara khusus melarang pemberian nama-nama tertentu. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda bahwa nama yang paling dibenci di sisi Allah adalah nama yang mengandung pengakuan kekuasaan mutlak seperti Malikul Amlak (Raja segala raja). Ini menunjukkan haramnya memberi nama yang mengandung sifat rububiyah atau uluhiyah yang hanya layak bagi Allah ﷻ, seperti Abdul Nabi, Abdul Rasul, atau nama yang bermakna penghambaan kepada selain Allah.

Selain itu, Islam juga melarang nama yang bermakna kesyirikan, keburukan, atau pesimisme. Rasulullah ﷺ dikenal sering mengganti nama sahabat yang bermakna buruk dengan nama yang baik. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi ﷺ mengganti nama Harb (perang) menjadi Salam (kedamaian). Hal ini menunjukkan bahwa makna nama berpengaruh secara moral dan psikologis, serta mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kebaikan dan tauhid.

Ulama sepakat bahwa nama yang terlarang mencakup tiga kategori utama: nama yang mengandung syirik, nama khusus bagi Allah, dan nama dengan makna buruk atau maksiat. Oleh karena itu, orang tua dianjurkan memilih nama yang baik, indah, dan mengandung doa, seperti nama para nabi, sahabat, atau nama yang mencerminkan penghambaan kepada Allah, misalnya Abdullah dan Abdurrahman. Dengan memberi nama yang baik, orang tua telah menanamkan nilai tauhid dan kebaikan sejak awal kehidupan anak.