• KEISLAMAN

Empat Peran Kunci Suami dalam Keluarga

Yahya Sukamdani | Senin, 08/12/2025
Empat Peran Kunci Suami dalam Keluarga Ilustrasi ibu dan istri

Terasmuslim.com - Dalam Islam, seorang suami memikul amanah sebagai qawwām atau pemimpin keluarga, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa:34. Kepemimpinan ini menuntut suami untuk mampu menata hubungan antara istri dan ibunya dengan adil, tidak memihak secara zalim, dan menjaga masing-masing pada hak yang ditetapkan syariat. Posisi sebagai pemimpin bukanlah otoritas semena-mena, tetapi kewajiban untuk menegakkan keharmonisan dan keadilan.

Suami juga wajib berbuat baik kepada ibunya, karena berbakti kepada orang tua adalah perintah yang langsung mengikuti perintah tauhid (QS. Al-Isra:23). Namun para ulama menegaskan bahwa ketaatan kepada ibu tidak boleh menyebabkan kezaliman terhadap istri. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah.” Ini menjadi dasar bahwa suami harus menimbang dengan adil ketika ibunya meminta sesuatu yang bisa merugikan atau menyakiti istrinya.

Terhadap istri, suami memiliki kewajiban memberi nafkah lahir dan batin serta memuliakannya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” Karena itu, suami harus memastikan istrinya merasa aman, dihargai, dan tidak diperlakukan buruk, termasuk jika ada gesekan dengan pihak mertua. Suami tidak boleh membiarkan istrinya diperlakukan secara kasar, baik secara verbal maupun psikologis.

Peran penting lain suami adalah menjadi penengah (mediator) yang bijak. Dalam QS. Al-Hujurat:10, Allah memerintahkan perdamaian dan islah ketika ada perselisihan. Suami harus mampu menenangkan kedua pihak, menjelaskan batasan syariat, dan mengatur ruang interaksi agar tidak menimbulkan fitnah atau konflik. Inilah bentuk kepemimpinan matang dalam muamalah keluarga: melindungi, menengahi, dan memastikan keharmonisan tetap terjaga tanpa mengabaikan hak siapa pun.