Ilustrasi foto iri hati dan dengki
Terasmuslim.com - Dalam Islam, hasad (iri hati yang menginginkan hilangnya nikmat orang lain) adalah sifat manusiawi yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, namun wajib dikendalikan. Ibn Taymiyyah rahimahullah menyatakan, “Jarang ada jasad yang benar-benar selamat dari hasad, tetapi orang mulia menyembunyikannya dan tidak menindaklanjutinya.” Hal ini sesuai dengan fitrah manusia yang diuji dengan bisikan jiwa. Allah berfirman: “Sesungguhnya jiwa selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali yang dirahmati oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53).
Rasulullah ﷺ menggambarkan betapa berbahayanya hasad. Beliau bersabda:
“Waspadalah kalian dari hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini menunjukkan bahwa hasad bukan hanya penyakit hati, tetapi juga perusak amal amal baik bisa habis karena hati yang terus berisi iri dan dengki.
Al-Qur’an pun memperingatkan bahaya hasad dan memerintahkan kita berlindung darinya. Dalam surah Al-Falaq ayat 5, Allah memerintahkan:
“Dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.” Ayat ini menunjukkan bahwa hasad bisa melahirkan keburukan nyata: fitnah, permusuhan, gangguan, bahkan kebinasaan. Oleh karena itu, seorang muslim harus menyadari potensi hasad dalam dirinya dan terus memohon perlindungan kepada Allah.
Islam tidak meminta manusia menghilangkan hasad secara total karena itu fitrah tetapi mengajarkan untuk tidak mengikuti dorongannya. Nabi ﷺ bersabda:
“Jangan saling iri, jangan saling dengki…” (HR. Muslim). Cara mengobatinya adalah dengan mendoakan kebaikan bagi orang yang kita iri, mensyukuri nikmat diri sendiri, dan mengingat bahwa Allah membagi rezeki sesuai hikmah-Nya. Hasad akan hilang jika hati dipenuhi ridha, syukur, dan keyakinan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui.