• KEISLAMAN

Waktu Terus Berjalan, Usia Kian Berkurang, Pengingat Hidup Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 02/12/2025
Waktu Terus Berjalan, Usia Kian Berkurang, Pengingat Hidup Menurut Islam Ilustrasi lanjut usia

Terasmuslim.com - Islam menegaskan bahwa waktu adalah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS Al-‘Asr: 1–2). Ayat ini menjadi peringatan bahwa setiap detik yang berlalu membawa manusia semakin dekat pada akhir kehidupan. Ketika waktu berjalan tanpa diisi dengan ketaatan, maka kerugian itu makin nyata. Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap orang memanfaatkan waktu sebelum penyesalan datang.

Setiap hari yang kita lewati sebenarnya mengurangi jatah hidup di dunia. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya… tentang umurnya untuk apa ia habiskan.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan bahwa usia adalah modal yang harus digunakan untuk kebaikan. Semakin bertambah usia, seharusnya semakin matang iman dan semakin dekat kepada Allah, bukan semakin lalai dengan dunia.

Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia. “Hingga ketika maut datang kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku agar aku dapat berbuat amal saleh.’” (QS Al-Mu’minun: 99–100). Ayat ini menggambarkan penyesalan orang yang menyia-nyiakan waktu. Selama masih diberi kesempatan hidup, seorang muslim dianjurkan memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan amal saleh lainnya agar waktunya menjadi berkah.

Rasulullah SAW kerap mengingatkan sahabat agar banyak mengingat kematian sebagai bentuk persiapan. Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutuskan segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi). Mengingat kematian bukanlah untuk menakut-nakuti diri, tetapi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa hidup harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan kesadaran ini, seseorang menjadi lebih hati-hati dalam berbuat dosa dan lebih semangat melakukan amal kebaikan.