• KEISLAMAN

Peringatan Al-Qur`an bagi Hati yang Tak Pernah Puas

Yahya Sukamdani | Senin, 01/12/2025
Peringatan Al-Qur`an bagi Hati yang Tak Pernah Puas Ilustrasi banyak harta tapi susah

Terasmuslim.com - Islam menegaskan bahwa sifat rakus bukan hanya merusak akhlak, tetapi juga membuat jiwa tidak tenang. Al-Qur’an menggambarkan manusia yang tidak pernah puas sebagai sosok yang selalu merasa kurang, meski harta dan kekuasaan sudah melimpah. Allah berfirman dalam QS. Al-Fajr: 20 yang mengecam manusia yang “mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” Rasa rakus seperti ini menjadi awal dari kegelisahan batin yang terus menggerogoti.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kerakusan tak akan pernah terpuaskan. Dalam hadis sahih, beliau bersabda, “Seandainya manusia memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan menginginkan yang ketiga; dan tidak ada yang memenuhi perut anak Adam selain tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa rakus membuat manusia hidup dalam kelelahan terus-menerus karena mengejar sesuatu yang tidak ada ujungnya.

Sifat tamak juga membuka pintu dosa lain. Al-Qur’an mengingatkan agar manusia tidak saling memakan harta dengan cara batil (QS. Al-Baqarah: 188). Ketamakan sering mendorong seseorang melanggar aturan, menipu, bahkan mengambil hak orang lain demi memenuhi nafsunya. Akhirnya, keserakahan bukan hanya menyiksa pelakunya secara batin, tetapi juga merusak hubungan sosial dan menimbulkan ketidakadilan.

Islam mengajarkan bahwa ketenangan hanya hadir melalui sifat qana’ah, yaitu merasa cukup dengan nikmat Allah. Rasulullah SAW menyebut orang yang paling kaya adalah “orang yang hatinya merasa cukup.” Dengan menahan diri dari kerakusan, seseorang membersihkan hati dan menguatkan ikatan spiritualnya dengan Allah. Pada akhirnya, semakin seseorang membatasi nafsu, semakin ringan hidupnya, dan semakin dekat ia kepada kebahagiaan yang sejati.