Ilustrasi foto Masjid Nabawi
Terasmuslim.com - Dalam Islam, masjid bukan sekadar tempat salat, tetapi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. Masjid yang sesuai sunnah adalah masjid yang mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam tata bangunan, pengelolaan, ibadah, dan adab pengunjungnya.
Pertama, masjid yang sesuai sunnah dibangun dengan landasan takwa. Allah SWT berfirman, “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut engkau salat di dalamnya.” (QS. At-Taubah: 108). Para ulama menafsirkan bahwa masjid yang benar adalah masjid yang tegak di atas prinsip tauhid, bukan untuk kepentingan politik, kelompok, atau duniawi.
Kedua, masjid sunnah menjaga kemurnian ibadah dari unsur bid’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari-Muslim). Oleh karena itu, ibadah di masjid harus berdasarkan contoh Nabi: salat berjamaah, zikir yang tidak bertentangan dalil, pengajaran Al-Qur’an, dan kajian ilmiah yang shahih.
Ketiga, masjid sunnah menjaga adab dan kesucian tempat. Rasulullah SAW melarang suara keras, pertengkaran, transaksi duniawi, dan bau-bauan yang mengganggu di dalam masjid. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi bersabda, “Barang siapa makan bawang putih atau bawang merah, jangan mendekati masjid.” Ini menunjukkan pentingnya menjaga kenyamanan jamaah.
Keempat, masjid sunnah tidak berlebihan dalam arsitektur. Meskipun Islam tidak melarang keindahan, masjid tidak seharusnya dibangun dengan kemewahan yang melalaikan. Umar bin Khattab berkata, “Jauhilah menghias masjid berlebihan, sehingga kalian tidak terfitnah.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah). Yang utama adalah fungsinya, bukan kemegahannya.
Kelima, masjid sunnah aktif membina jamaahnya. Nabi SAW menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan, musyawarah, menerima tamu, dan menyatukan umat. Aktivitas seperti kajian rutin, tahsin Al-Qur’an, pembinaan pemuda, dan bantuan sosial merupakan sunnah yang harus dihidupkan.
Keenam, masjid sunnah menjaga saf salat agar lurus. Rasulullah SAW bersabda, “Luruskanlah saf kalian, karena lurusnya saf adalah bagian dari kesempurnaan salat.” (HR. Bukhari). Ikhtilat (campur baur laki-laki dan wanita) juga dijaga, dengan saf wanita di belakang untuk menjaga kehormatan dan kekhusyukan.
Dengan demikian, masjid yang sesuai sunnah adalah masjid yang berpegang pada tauhid, mengikuti tuntunan Rasulullah, menjaga adab dan kesucian, tidak berlebihan dalam bangunan, serta hidup dengan dakwah dan ilmu. Bukan sekadar megah, tetapi menjadi pusat cahaya Islam bagi masyarakat.