Ilustrasi wanita menggunakan cadar (foto: spotlight)
Terasmuslim.com - Ruqayyah binti Muhammad adalah putri kedua Rasulullah SAW dari pernikahan beliau dengan Khadijah binti Khuwailid. Al-Qur’an memang tidak menyebutkan nama putri-putri Nabi secara langsung, tetapi para ulama sepakat bahwa Ruqayyah adalah bagian dari Ahlul Bait yang dimuliakan Allah dan dicintai Rasul. Riwayat tentang kehidupannya banyak tercatat dalam kitab-kitab sejarah dan hadis.
Ruqayyah dikenal sebagai perempuan yang lembut, berakhlak mulia, dan sangat dekat dengan ayahnya. Ia termasuk sahabiyah yang pertama kali memeluk Islam bersama ibunya, Khadijah, dan saudara-saudaranya. Dukungan moral dan keteguhannya menjadi bagian dari kekuatan keluarga Rasulullah SAW di masa awal dakwah yang penuh tekanan.
Salah satu kisah yang jarang diceritakan adalah ujian berat yang menimpa Ruqayyah pada masa awal Islam. Sebelum menikah dengan Utsman bin Affan, ia pernah dinikahkan oleh keluarga Quraisy kepada putra Abu Lahab. Namun setelah dakwah Rasulullah SAW dimulai, kedua putra Abu Lahab dipaksa menceraikan Ruqayyah dan Umm Kulthum sebagai bentuk permusuhan terhadap dakwah Nabi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keluarga Rasulullah pun tidak luput dari tekanan dan penghinaan.
Setelah itu, Ruqayyah menikah dengan Utsman bin Affan RA, salah satu sahabat yang paling mulia. Pernikahan mereka digambarkan sebagai pernikahan penuh kasih dan dihiasi ketakwaan. Ketika kaum Muslimin hijrah ke Habasyah, Ruqayyah turut serta bersama Utsman. Rasulullah SAW menyebut pasangan ini sebagai “keluarga pertama yang hijrah di jalan Allah setelah Ibrahim dan Luth” (HR. Al-Hakim).
Ruqayyah wafat pada usia muda, tepat ketika Perang Badar berlangsung. Utsman tidak diizinkan ikut perang karena harus merawat Ruqayyah yang sakit keras, dan Rasulullah memandang itu sebagai bagian dari jihad. Ketika kabar kemenangan Badar tiba, kabar duka kepergian Ruqayyah juga menyambut Medina, membuat Rasulullah sangat bersedih.
Kehidupan Ruqayyah mengajarkan bahwa kemuliaan tidak selalu ditandai dengan panjangnya usia, tetapi dengan keteguhan iman dan kesetiaan pada kebenaran. Meskipun jarang diceritakan, kisah Ruqayyah adalah teladan tentang kesabaran, cinta keluarga, dan loyalitas pada ajaran Islam sejak masa-masa paling awal.