Ilustrasi minta doa kepada orang tua
Terasmuslim.com - Setiap manusia melangkah dalam hidupnya tidak pernah benar-benar berjalan sendiri. Ada doa yang mengiringi, ada restu yang menuntun, dan itu datang dari orang tua—terutama ibu dan ayah yang tak pernah lelah memohonkan kebaikan bagi anak-anaknya. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan betapa besarnya posisi orang tua. QS. Al-Isra: 23–24 memerintahkan: “Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ‘ah’ dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia… dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku sejak kecil.’” Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang dan doa orang tua mengiringi anak sejak lahir hingga dewasa.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa doa orang tua memiliki kekuatan yang sangat besar. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda: “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa orang yang teraniaya, dan doa musafir.” Doa ayah dan ibu menjadi pintu kemudahan bagi anak-anak mereka. Banyak kebaikan yang diterima seorang anak bukan karena kehebatannya, tetapi karena ada doa orang tua yang menembus langit, terutama dari ibu yang hatinya paling lembut untuk anaknya.
Al-Qur’an juga menunjukkan bahwa keridaan orang tua berkaitan erat dengan ridha Allah. Dalam QS. Luqman: 14, Allah berfirman: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Ayat ini menempatkan syukur kepada orang tua sebagai bagian dari syukur kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan, ketenteraman hidup, dan keselamatan seorang anak sering kali merupakan hasil dari kesungguhan orang tua mendoakan di setiap sujud dan malam-malam panjang mereka.
Banyak ulama mengingatkan bahwa kadang doa orang tua lebih cepat mengangkat kesulitan daripada ikhtiar kita sendiri. Ketika langkah terasa berat, hidup terasa sempit, atau rezeki terasa macet, sering kali rahasianya adalah karena restu orang tua belum kita ambil atau doa mereka belum kita minta. Rasulullah SAW bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa keberkahan hidup seorang anak sangat ditentukan oleh hubungan baiknya dengan orang tua.
Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa di setiap keberhasilan, ada doa orang tua. Di setiap keselamatan, ada penjagaan melalui istighfar ibu dan ayah. Dan di setiap langkah kita hari ini, ada cinta yang mereka tanamkan sejak kecil. Maka tugas kita adalah menjaga hati mereka, membahagiakan mereka, dan terus memohon doa mereka, karena doa itulah yang menjadi penyangga perjalanan hidup kita.