• KEISLAMAN

Kedudukan Shalat dalam Islam, Tiang Agama yang Menegakkan Kehidupan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 22/11/2025
Kedudukan Shalat dalam Islam, Tiang Agama yang Menegakkan Kehidupan Ilustrasi foto shalat berjamaah

Terasmuslim.com - Shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat, dan menjadi ibadah yang paling ditekankan oleh Allah Swt. Dalam Al-Qur’an, perintah mendirikan shalat disebutkan lebih dari 80 kali sebagai tanda pentingnya ibadah ini. Allah berfirman, “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (QS. Thaha: 14). Ayat ini menegaskan bahwa shalat adalah sarana penghubung ruhani antara hamba dan Tuhannya, sekaligus pengingat untuk selalu berada dalam jalan ketaatan.

Dalam hadis, Rasulullah saw. menyebut shalat sebagai “tiang agama”. Beliau bersabda, “Shalat adalah tiang agama; siapa yang menegakkannya maka ia telah menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkannya maka ia meruntuhkan agama” (HR. Baihaqi). Hadis ini memperlihatkan bahwa kekuatan iman seseorang sangat bergantung pada kualitas shalat yang ia lakukan. Shalat yang terjaga akan memantapkan akhlak dan keteguhan hati.

Shalat juga memiliki fungsi sosial dan moral. Dalam QS. Al-Ankabut: 45, Allah berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” Artinya, shalat yang benar dan khusyuk tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi mempengaruhi perilaku sehari-hari. Ibadah ini menjadi benteng moral yang menjaga seorang Muslim dari kerusakan dan maksiat.

Selain itu, shalat adalah ibadah pertama yang dihisab pada hari kiamat. Rasulullah saw. bersabda, “Amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalannya; jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalannya” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa kualitas kehidupan spiritual seorang Muslim sangat ditentukan oleh bagaimana ia menjaga shalatnya.