Ilustrasi foto Shalat Tarawih (Foto: Kemenag)
Terasmuslim.com - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang membuat banyak kaum Muslimin semakin semangat beribadah. Masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin melaksanakan shalat tarawih setiap malam. Namun di tengah semangat tersebut, ada fenomena yang perlu menjadi renungan bersama, yaitu sebagian orang begitu bersemangat mengejar shalat tarawih tetapi justru lalai dalam menjaga shalat lima waktu yang hukumnya wajib.
Dalam ajaran Islam, shalat lima waktu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ia merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat dan menjadi kewajiban utama bagi setiap Muslim. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 103, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” Ayat ini menegaskan bahwa shalat wajib memiliki kedudukan yang tidak bisa digantikan oleh ibadah sunnah apa pun.
Shalat tarawih sendiri adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim ini menunjukkan besarnya keutamaan tarawih, namun tetap tidak mengubah statusnya sebagai ibadah sunnah.
Para ulama menegaskan bahwa ibadah sunnah tidak akan bisa menutupi kewajiban yang ditinggalkan dengan sengaja. Oleh karena itu, seseorang yang rajin tarawih tetapi masih meninggalkan shalat wajib sesungguhnya sedang keliru dalam memahami prioritas ibadah. Dalam Islam, kewajiban harus selalu didahulukan sebelum memperbanyak amalan sunnah.
Selain itu, shalat lima waktu adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Hadis ini menjadi pengingat bahwa menjaga shalat wajib merupakan fondasi utama bagi seluruh ibadah seorang Muslim.
Karena itu, semangat beribadah di bulan Ramadhan hendaknya diarahkan secara benar. Jangan sampai seseorang rajin menghadiri shalat tarawih di malam hari, tetapi lalai menjaga shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Ibadah yang paling dicintai Allah adalah yang sesuai dengan syariat dan menjaga kewajiban terlebih dahulu. Dengan menjaga shalat lima waktu secara konsisten, barulah amalan sunnah seperti tarawih akan menjadi penyempurna yang menambah pahala dan keberkahan di bulan Ramadhan.