• KEISLAMAN

Segala yang Ada di Bumi Memiliki Umur, Pengingat dari Al-Qur`an dan Hadis

Yahya Sukamdani | Rabu, 19/11/2025
Segala yang Ada di Bumi Memiliki Umur, Pengingat dari Al-Qur`an dan Hadis Ilustrasi lanjut usia

Terasmuslim.com - Islam mengajarkan bahwa seluruh makhluk dan seluruh ciptaan di bumi memiliki batas umur. Tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan bahwa dunia ini fana dan segala yang ada di dalamnya akan berakhir. Allah berfirman:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26–27).
Ayat ini menjadi landasan utama bahwa setiap makhluk manusia, hewan, tumbuhan, bahkan bumi dan langit memiliki masa yang akan berakhir.

Rasulullah SAW juga menegaskan kefanaan dunia melalui banyak hadis. Beliau bersabda, “Dunia ini adalah tempat tinggal sementara dan penuh tipu daya.” (HR. Muslim). Kehidupan, kesehatan, kekayaan, dan kekuatan seseorang tidak berlangsung selamanya. Semuanya memiliki umur, silih berganti sesuai ketetapan Allah. Bahkan Nabi SAW menggambarkan dirinya hanya seperti seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon, lalu melanjutkan perjalanan (HR. Tirmidzi). Ini menegaskan bahwa umur dunia dan segala isinya sangat pendek jika dibandingkan kehidupan akhirat.

Allah juga menyampaikan bahwa bumi dan segala yang ada di atasnya mengalami proses lahir, tumbuh, melemah, lalu punah. Dalam QS. Al-Qashash: 88 Allah menegaskan, “Segala sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya.” Para ulama menafsirkan bahwa bukan hanya makhluk hidup, tetapi juga benda mati, gunung, laut, dan seluruh sistem alam semesta memiliki masa yang telah ditetapkan. Ketika waktu itu tiba, semuanya akan hancur pada hari kiamat sebagai puncak berakhirnya umur dunia.

Dalam hadis tentang tanda-tanda akhir zaman, Nabi SAW menyebutkan bahwa bumi akan mengalami kerusakan, rahmat ditarik, dan hari kiamat datang ketika “tidak ada lagi yang mengucapkan ‘Allah, Allah’” (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa bumi pun memiliki usia dan akhir yang sudah digariskan. Setelah itu, kehidupan baru dimulai di alam akhirat yang abadi.

Dengan memahami bahwa segala yang ada di bumi memiliki umur, seorang muslim diarahkan untuk tidak terlalu bergantung pada dunia dan lebih menyiapkan diri untuk kehidupan abadi setelah kematian. Kesadaran ini membuat seorang mukmin lebih bijak dalam menggunakan waktu, menjaga amal, dan tidak tertipu oleh kenikmatan sementara di dunia.