• KISAH

Usaha Abu Bakar Menjaga Persatuan Umat Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 11/11/2025
Usaha Abu Bakar Menjaga Persatuan Umat Islam Ilustrasi Abu Bakar dan Umar (Foto: Sindonews)

Terasmuslim.com - Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, umat Islam menghadapi masa sulit yang mengancam persatuan. Sebagian kaum Muslimin bimbang, bahkan ada yang menolak membayar zakat. Dalam situasi genting itu, Abu Bakar Ash-Shiddiq tampil sebagai pemimpin yang tegas dan bijaksana. Ia menegakkan prinsip bahwa Islam harus bersatu di bawah satu kepemimpinan dan hukum Allah. Allah ﷻ berfirman, “Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103). Ayat ini menjadi pegangan Abu Bakar dalam menjaga keutuhan umat.

Salah satu langkah besar Abu Bakar dalam menjaga persatuan adalah menindak tegas kelompok yang menolak zakat. Meski sebagian sahabat sempat ragu, Abu Bakar berkata, “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat.” (HR. Bukhari). Sikapnya ini menunjukkan bahwa beliau memahami zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan simbol ketaatan dan persatuan umat dalam syariat Islam. Dengan ketegasannya, Abu Bakar berhasil menumpas fitnah yang hampir memecah belah kaum Muslimin.

Selain menghadapi kelompok murtad dan penolak zakat, Abu Bakar juga memimpin pengiriman pasukan ke luar negeri untuk memperluas dakwah Islam. Hal ini bukan hanya strategi politik, tetapi juga langkah memperkokoh ukhuwah Islamiyah agar umat memiliki tujuan bersama. Abu Bakar memahami bahwa kekuatan Islam terletak pada kesatuan akidah dan ketaatan kepada Allah serta Rasul-Nya. Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Janganlah kalian saling iri, saling benci, dan saling membelakangi, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari kepemimpinan Abu Bakar, umat Islam belajar bahwa menjaga persatuan memerlukan ketegasan dalam prinsip dan kelembutan dalam hati. Ia tidak mencari kekuasaan, melainkan mengemban amanah untuk menjaga agama dan umat. Keberhasilannya menegakkan stabilitas Islam pada masa awal kekhalifahan menjadi bukti nyata bahwa persatuan adalah kunci kekuatan umat. Hingga kini, keteladanan Abu Bakar tetap menjadi contoh bagi para pemimpin dalam menjaga keutuhan dan solidaritas kaum Muslimin.