• KEISLAMAN

Setan Menyesatkan Manusia Melalui Perbuatan Bid`ah

Yahya Sukamdani | Selasa, 11/11/2025
Setan Menyesatkan Manusia Melalui Perbuatan Bid`ah ilustrasi bisikan setan

Terasmuslim.com - Setan tidak selalu menjerumuskan manusia melalui dosa besar yang tampak jelas, tetapi sering kali melalui jalan yang terlihat baik seperti bid’ah. Dalam Al-Qur’an, Allah telah memperingatkan agar manusia tidak mengikuti langkah-langkah setan: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya ia menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar” (QS. An-Nur: 21). Bid’ah termasuk langkah setan karena mengubah ajaran agama dengan menambahkan sesuatu yang tidak pernah diajarkan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi dalil kuat bahwa setiap ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi adalah tertolak di sisi Allah. Setan memperdaya manusia dengan menjadikan bid’ah tampak seperti bentuk cinta kepada Allah atau cara mendekatkan diri kepada-Nya, padahal hakikatnya adalah bentuk penyimpangan dari sunnah Rasul.

Bahaya bid’ah lebih besar daripada maksiat biasa, karena pelakunya sering kali merasa sedang berbuat baik. Allah berfirman, “Maka apakah orang yang dijadikan (setan) memandang baik perbuatan buruknya lalu ia meyakini perbuatan itu baik...” (QS. Fathir: 8). Inilah tipu daya setan yang paling halus: membuat manusia yakin bahwa kesesatan adalah kebenaran. Akibatnya, mereka tidak lagi merasa perlu bertaubat atau memperbaiki amal.

Seorang ulama besar, Abdullah bin Umar, pernah berkata, “Setiap bid’ah adalah sesat, sekalipun manusia memandangnya baik.” Karena itu, umat Islam perlu senantiasa kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dalam beribadah. Menghidupkan sunnah berarti memadamkan bid’ah, sementara mengikuti bid’ah berarti membuka jalan bagi setan untuk menguasai hati manusia.