Ilustrasi lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Terasmuslim.com - Membenci Rasulullah ﷺ adalah tanda nyata kemunafikan yang berakar dari kebencian terhadap kebenaran dan petunjuk Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang mencintai Rasul lebih dari diri mereka sendiri. Allah berfirman, “Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya” (QS. At-Taubah: 24). Ayat ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” Cinta kepada Rasul bukan hanya di lisan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan terhadap sunnah dan ajarannya. Sebaliknya, membenci Rasul berarti menolak risalah yang dibawanya. Sikap seperti ini adalah ciri kaum munafik yang di dalam hatinya terdapat penyakit dan keraguan terhadap wahyu.
Allah juga memperingatkan dalam QS. Muhammad: 9, “Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka membenci apa yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus amal-amal mereka.” Ayat ini menegaskan bahwa kebencian terhadap ajaran Rasul sama dengan membenci wahyu Allah. Maka, walaupun seseorang mengaku Islam, jika hatinya tidak ridha terhadap Rasul dan syariatnya, maka keimanan itu tidaklah benar.