Ilustrasi foto sayang orangtua
Terasmuslim.com - Dalam Islam, kedudukan orang tua menempati posisi yang sangat mulia setelah Allah SWT. Begitu besar jasa mereka hingga manusia tidak akan mampu membalasnya sepenuhnya. Allah berfirman dalam QS. Luqman ayat 14: “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” Ayat ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah bentuk nyata dari rasa syukur kepada Allah. Namun, sebesar apa pun usaha anak, jasa orang tua sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan tidak akan dapat terbalas dengan sempurna.
Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam hadis riwayat Muslim: “Seorang anak tidak dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali jika ia mendapati orang tuanya menjadi budak, lalu ia membeli dan memerdekakannya.” Hadis ini menunjukkan betapa mustahilnya menandingi pengorbanan orang tua. Doa, kasih sayang, dan perjuangan mereka adalah bentuk cinta yang tidak dapat digantikan dengan materi atau perbuatan apa pun. Maka, berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk pengakuan atas jasa yang tak terukur.
Islam juga mengajarkan agar berbuat baik kepada orang tua dilakukan sepanjang hayat, bahkan setelah mereka wafat. Dalam QS. Al-Isra ayat 23 disebutkan: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.’” Ayat ini mengajarkan kerendahan hati dan doa sebagai bentuk bakti yang tak terputus.
Dengan demikian, membalas jasa orang tua secara setara adalah hal yang mustahil. Namun, seorang anak bisa mendekati keikhlasan itu dengan berbakti, mendoakan, dan menjaga nama baik mereka. Berbuat baik kepada orang tua merupakan investasi akhirat yang besar, sebab ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.