• KEISLAMAN

Amalan Itu Tergantung Akhirnya

Yahya Sukamdani | Minggu, 26/10/2025
Amalan Itu Tergantung Akhirnya Ilustrasi memohon pertolongan Allah

Terasmuslim.com - Dalam Islam, nilai sebuah amalan tidak hanya dilihat dari awal pelaksanaannya, tetapi dari bagaimana akhir seseorang menutup hidupnya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim: “Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada penutupnya (akhirnya).” Hadis ini menunjukkan bahwa keberhasilan sejati bukan pada banyaknya amal di pertengahan hidup, melainkan pada kemampuan seseorang menjaga keistiqamahan hingga akhir hayat. Seorang yang awalnya taat bisa tergelincir jika lalai di akhir, dan sebaliknya, orang yang bertaubat sungguh-sungguh bisa diakhiri dengan husnul khatimah.

Allah SWT juga mengingatkan dalam QS. Ali Imran ayat 102: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga keimanan hingga akhir hidup. Tidak cukup menjadi saleh di masa muda atau saat lapang saja, tetapi harus istiqamah dalam ketaatan sampai ajal tiba. Akhir yang baik hanya akan dicapai oleh mereka yang senantiasa memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah.

Rasulullah SAW juga memberi peringatan dalam hadis riwayat Bukhari: “Seseorang benar-benar melakukan amalan ahli surga dalam pandangan manusia, namun pada akhirnya ia melakukan amalan ahli neraka lalu masuklah ia ke dalamnya.” Hadis ini menjadi pengingat agar tidak merasa aman dari ujian iman. Keikhlasan dan konsistensi menjadi kunci agar amal tidak sia-sia di hadapan Allah.

Oleh karena itu, setiap muslim harus senantiasa berdoa agar diberi keteguhan hati dan akhir yang baik (husnul khatimah). Islam mengajarkan agar kita tidak berpuas diri dengan amal yang telah lalu, tetapi terus memperbaikinya hingga ajal menjemput. Sebab, keberuntungan sejati bukan pada siapa yang memulai dengan baik, melainkan siapa yang mengakhiri dengan keimanan dan ketaatan.