Ilustrasi ramalan zodiak
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, percaya pada ramalan merupakan perbuatan yang dilarang keras karena termasuk bentuk pelanggaran terhadap akidah tauhid. Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa hanya Dia-lah yang mengetahui hal-hal gaib. Firman Allah: “Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65). Ayat ini menjadi dasar utama bahwa segala urusan masa depan dan hal-hal tersembunyi hanyalah dalam pengetahuan Allah, bukan makhluk, termasuk para peramal atau dukun.
Rasulullah SAW juga memperingatkan umatnya agar tidak mendatangi peramal, dukun, atau tukang ramal. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, beliau bersabda: “Barang siapa mendatangi peramal kemudian mempercayai perkataannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan betapa beratnya dosa mempercayai ramalan, karena berarti mengingkari ajaran Al-Qur’an yang menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui hal gaib.
Ulama menjelaskan bahwa sekadar mendatangi peramal saja sudah dianggap dosa besar, apalagi sampai mempercayai ucapannya. Hal ini karena dapat menumbuhkan ketergantungan pada selain Allah dan mengurangi keyakinan terhadap takdir-Nya. Islam mengajarkan agar umatnya bertawakal dan berdoa kepada Allah dalam menghadapi masa depan, bukan mencari kepastian dari ramalan yang tidak berdasar. Nabi SAW juga bersabda: “Barang siapa mendatangi dukun atau peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).