Ilustrasi makam (foto:bola)
Terasmuslim.com - Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain mengingatkan manusia akan kematian, ziarah juga menjadi sarana untuk mendoakan saudara seiman yang telah meninggal dunia. Namun, Islam tidak hanya mengatur niat dan tujuannya, tetapi juga adab dan tata cara memasuki area pemakaman, agar kunjungan itu penuh hikmah dan bernilai ibadah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 21: “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah...”
Ayat ini menggambarkan betapa dahsyatnya rasa takut dan tunduk kepada Allah — nilai yang seharusnya tertanam dalam hati ketika seseorang berziarah ke kubur. Ziarah bukan untuk bermegah-megahan atau mencari keberuntungan duniawi, tetapi untuk menumbuhkan rasa rendah hati dan kesadaran akan akhirat.
Rasulullah SAW bersabda: “Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang ziarahlah, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim)
Dalam hadis lain, beliau mengajarkan doa ketika memasuki pemakaman: “Assalamu’alaikum, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan kami yang akan menyusul. Sesungguhnya kami, insyaAllah, akan menyusul kalian.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa ziarah kubur adalah sunnah yang dianjurkan dengan adab yang sopan, penuh ketenangan, dan niat tulus untuk mengingat kematian serta mendoakan yang telah wafat.
Adab Memasuki Kuburan
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ziarah kubur adalah sunnah bagi laki-laki dan boleh bagi perempuan jika tidak disertai ratapan atau hal yang melanggar syariat. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan ketakwaan dan kesadaran diri terhadap kematian.
Ulama juga sepakat bahwa ziarah kubur bukan tempat untuk meminta-minta kepada arwah, melainkan untuk berdoa kepada Allah atas nama mereka yang telah tiada.