Ilustrasi hati sebagai pengingat
Terasmuslim.com - Islam memandang manusia sebagai makhluk yang utuh — terdiri dari jasmani dan ruhani. Apa yang dirasakan hati dan pikiran sangat memengaruhi kondisi fisik seseorang. Perasaan seperti marah, sedih, iri, atau takut yang berlebihan dapat melemahkan tubuh, sementara ketenangan, sabar, dan tawakal justru menyehatkan jiwa serta raga.
Allah ﷻ berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan hati adalah sumber keseimbangan hidup. Ketika hati tenteram karena dekat dengan Allah, maka tubuh pun akan merasakan efek positifnya tidur lebih nyenyak, pikiran jernih, dan daya tahan tubuh meningkat.
Sebaliknya, perasaan negatif dapat melemahkan fisik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik; jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan hubungan langsung antara hati dan kondisi tubuh. Hati yang dipenuhi iri, dengki, dan kebencian akan menimbulkan tekanan batin yang berdampak pada kesehatan fisik. Sementara hati yang bersih, penuh syukur, dan ikhlas akan menumbuhkan energi positif dalam tubuh.
Dalam Islam, menjaga kesehatan hati dan perasaan termasuk bagian dari ibadah. Zikir, doa, dan sabar menghadapi ujian adalah cara untuk menenangkan jiwa agar tubuh pun tetap kuat. Bahkan Rasulullah ﷺ mencontohkan hidup sederhana dan hati lapang sebagai kunci kesehatan lahir dan batin.