• KEISLAMAN

Penyakit Hati dan Kesehatan Tubuh

Yahya Sukamdani | Minggu, 25/01/2026
Penyakit Hati dan Kesehatan Tubuh Ilustrasi hati sebagai pengingat

Terasmuslim.com - Dalam Islam, penyakit hati merujuk pada penyakit batin seperti hasad (dengki), riya’, sombong, marah berlebihan, dan buruk sangka. Al-Qur’an menyebutkan, “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya.” (QS. Al-Baqarah: 10). Ayat ini menegaskan bahwa penyakit hati adalah kondisi serius yang memengaruhi kualitas iman dan perilaku manusia, serta dapat membawa dampak luas dalam kehidupan.

Rasulullah SAW menekankan pentingnya hati sebagai pusat kebaikan dan keburukan manusia. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” Hadis ini menunjukkan keterkaitan erat antara kondisi hati dan keseluruhan kesehatan manusia, baik secara spiritual maupun lahiriah.

Secara psikologis dan medis, penyakit hati dalam makna batin berhubungan erat dengan stres kronis, kecemasan, dan emosi negatif yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang berdampak pada tekanan darah tinggi, gangguan lambung, penurunan imunitas, hingga penyakit jantung. Ilmu kedokteran modern mengakui bahwa kesehatan mental sangat memengaruhi kesehatan fisik.

Islam memberikan solusi penyembuhan penyakit hati melalui tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), seperti memperbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta melatih sifat sabar dan syukur. Al-Qur’an menegaskan, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ketenangan batin ini terbukti secara medis dapat menurunkan stres dan memperbaiki keseimbangan sistem saraf.

Kesimpulannya, penyakit hati bukan hanya urusan akhlak, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Islam dan ilmu medis bertemu dalam satu titik: hati yang tenang dan bersih akan melahirkan tubuh yang lebih sehat. Dengan menjaga kebersihan hati, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta menerapkan gaya hidup sehat, seorang Muslim dapat meraih kesehatan yang utuh lahir dan batin.