Ilustrasi - menjaga lisan (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, lisan adalah salah satu anugerah terbesar sekaligus ujian terbesar bagi manusia. Dari lisan dapat lahir kebaikan, namun dari lisan pula sering muncul dosa tanpa disadari.
Tak heran, Rasulullah SAW banyak menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari kesempurnaan iman.
Di tengah era digital yang serba cepat ini, menjaga lisan tidak hanya berarti menahan ucapan secara langsung, tetapi juga mengendalikan jari di media sosial.
Komentar tajam, gosip, hingga kata-kata kasar bisa menjadi sumber dosa yang menghapus pahala kebaikan. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk senantiasa berlatih mengontrol perkataan melalui berbagai amalan sunnah yang sederhana namun penuh hikmah.
1. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Salah satu cara terbaik untuk menjaga lisan dari ucapan sia-sia adalah dengan memperbanyak dzikir. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak berdzikir kepada Allah, maka lisannya akan terjaga dari perkataan yang tidak berguna.” Dengan berdzikir dan beristighfar, hati menjadi tenang, pikiran lebih jernih, dan ucapan pun lebih terarah.
2. Berkata Baik atau Diam
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi dasar pentingnya memilih kata dengan bijak. Diam lebih mulia daripada berbicara yang bisa menyakiti hati orang lain atau menimbulkan fitnah.
3. Menjauhi Ghibah dan Namimah
Ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba) termasuk dosa besar yang sering dilakukan tanpa sadar. Dalam Al-Qur’an, Allah mengumpamakan orang yang suka menggunjing seperti memakan daging saudaranya sendiri. (QS. Al-Hujurat: 12). Menghindari kebiasaan ini merupakan bagian penting dari menjaga kehormatan diri dan orang lain.
4. Menyebarkan Salam dan Ucapan Baik
Menyapa dengan salam, mendoakan, dan mengucapkan kata-kata yang menenangkan merupakan sunnah Rasulullah SAW yang perlu dihidupkan kembali. Ucapan yang lembut dapat menjadi sumber kedamaian, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa saling menghargai antar sesama.
5. Membaca Al-Qur`an Secara Rutin
Membaca Al-Qur`an bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga latihan terbaik untuk mengarahkan lisan pada hal-hal yang bermanfaat. Dengan membiasakan diri membaca ayat suci, lidah akan lebih terbiasa pada kalimat yang baik dan hati pun lebih terjaga dari niat buruk.
Menjaga lisan bukanlah perkara mudah, namun melalui kebiasaan baik dan amalan sunnah ini, setiap muslim dapat melatih diri agar ucapannya menjadi sumber kebaikan. Sebab, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Tidak ada yang lebih banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka selain hasil dari lisannya.” (HR. Tirmidzi).
Kini, di tengah derasnya arus komunikasi dan media sosial, menjaga lisan menjadi bentuk jihad modern — jihad melawan hawa nafsu, ego, dan dorongan untuk berkata tanpa pikir panjang. Dengan lisan yang terjaga, maka akhlak, hubungan sosial, dan kualitas iman pun akan ikut terangkat.