Ilustrasi suasana ibadah Haji
Terasmuslim.com - Rukun haji adalah amalan pokok yang harus dilaksanakan agar haji sah. Rukun tersebut meliputi ihram, wukuf di Arafah, thawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, tahallul (memotong rambut), dan tertib dalam pelaksanaannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ambillah dariku manasik haji kalian” (HR. Muslim), yang menjadi dasar ketentuan ibadah haji. Tanpa rukun-rukun ini, ibadah haji tidak dapat dianggap sah menurut syariat.
Wajib haji adalah amalan yang harus dilakukan, namun jika tertinggal masih bisa diganti dengan dam (denda). Wajib haji mencakup ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, thawaf wada’, dan menjauhi larangan ihram. Allah berfirman: “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah” (QS. Al-Baqarah: 196). Artinya, setiap kewajiban harus dijalankan sebaik mungkin agar ibadah haji mendekati kesempurnaan.
Adapun sunnah haji adalah amalan yang dianjurkan untuk menambah kesempurnaan ibadah, seperti mandi sebelum ihram, memperbanyak talbiyah, shalat sunnah thawaf, dan doa-doa khusus di tempat mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah” (HR. Tirmidzi). Amalan sunnah ini bukan syarat sah, namun sangat dianjurkan untuk menambah keutamaan. Dengan melaksanakan rukun, wajib, dan sunnah haji secara menyeluruh, jamaah diharapkan dapat meraih haji yang mabrur.